Gubernur Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali–Jepang pada Resepsi HUT ke-66 Kaisar Naruhito

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kembali eratnya hubungan Bali–Jepang dalam Resepsi HUT ke-66 Sri Baginda Kaisar Jepang Naruhito yang digelar di The Meru, Sanur, Denpasar, Rabu (11/2) petang. Momentum penuh kehangatan tersebut ditandai dengan prosesi bersulang atau kampai sebagai simbol persahabatan dan persatuan Indonesia dan Jepang.

Acara yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar itu berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.

Simbol Persahabatan Indonesia–Jepang

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun Kaisar Jepang secara resmi dirayakan setiap 23 Februari di Jepang.

“Hari ini bertepatan dengan pemberian gelar kepada Kaisar. Saya merasa sangat berbahagia. Ini adalah simbol persahabatan dan persatuan Jepang dan Indonesia,” ujar Miyakawa.

Ia menegaskan bahwa meski masing-masing negara menghadapi dinamika politik, hubungan bilateral Indonesia–Jepang tetap terjalin secara komprehensif dan semakin kuat. Pertemuan antara Perdana Menteri Jepang dan Presiden RI Prabowo Subianto disebut sebagai langkah konkret mempererat kerja sama di berbagai bidang strategis.

Ribuan Pemuda Bali Bekerja di Jepang

Dalam sektor pertukaran masyarakat dan ketenagakerjaan, hubungan Bali dan Jepang menunjukkan perkembangan signifikan. Miyakawa mengungkapkan tingginya minat generasi muda Indonesia, khususnya Bali, untuk bekerja di Jepang.

Beberapa data yang disampaikan:

  • Sekitar 2.000 pemuda-pemudi Bali baru-baru ini dilepas bekerja ke Jepang

  • Sekitar 110 ribu warga Indonesia saat ini bekerja di Jepang

  • Indonesia menjadi salah satu negara pengirim tenaga kerja terbesar ke Jepang

Menurutnya, para pekerja Indonesia dikenal tekun dan memiliki etos kerja baik. Mereka juga diharapkan menjadi duta budaya yang membawa pengalaman dan manfaat bagi Indonesia setelah kembali ke Tanah Air.

Kerja Sama Lingkungan dan Pesisir Bali

Hubungan Bali–Jepang tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup isu lingkungan hidup.

Pemerintah Jepang memberikan dukungan terhadap:

  • Pelestarian dan perbaikan pesisir pantai Bali

  • Penanganan kawasan Tanah Lot

  • Program yang ditargetkan rampung hingga 2034

“Kita harus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” tegas Miyakawa.

Selain itu, kolaborasi juga diperluas ke bidang:

  • Pengolahan limbah

  • Peningkatan pendapatan petani, termasuk di kawasan Tegalalang

  • Penguatan sektor ekonomi dan pariwisata

Prinsip saling percaya menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan kerja sama Bali dan Jepang.

Gubernur Koster: Persahabatan Harus Terus Diperkuat

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat kepada Sri Baginda Kaisar Naruhito. “Selamat Hari Ulang Tahun ke-66 kepada Yang Mulia Sri Baginda Kaisar Jepang. Semoga selalu berbahagia dan terus memajukan persahabatan Indonesia dan Jepang ke depan. Selamat dan rahayu,” ujarnya.

Koster menegaskan bahwa hubungan Bali–Jepang yang telah terjalin lama harus terus diperkuat, terutama menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang pada tahun 2028 mendatang.

Momentum resepsi HUT Kaisar Jepang Naruhito ke 66 ini menjadi simbol komitmen kedua pihak untuk membangun masa depan yang cerah melalui kerja sama saling menguntungkan, termasuk di tingkat daerah seperti Bali.

Gubernur Koster Minta Airbnb Keluarkan Usaha dan Jasa Pariwisata di Bali yang Tak Berizin dan Tak Bayar Pajak

Shares: