DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy sebagai solusi strategis mengatasi kedaruratan sampah di Bali, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan proyek PSEL menjadi langkah jangka panjang. Untuk menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini mengancam lingkungan dan sektor pariwisata Pulau Dewata.
Groundbreaking PSEL Digelar Juli 2026
Gubernur Wayan Koster menyampaikan proyek strategis PSEL Denpasar Raya kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Dan dijadwalkan melakukan groundbreaking pada 8 Juli 2026. “Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Saat ini proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan,” ujar Koster di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (23/5/2026).
Lahan yang digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut memiliki luas sekitar enam hektare dan berada di kawasan Pesanggaran, Denpasar Selatan. Pemerintah menargetkan proyek PSEL rampung pada akhir tahun 2027 sehingga mulai beroperasi penuh untuk menangani persoalan sampah di Bali.
Kapasitas PSEL Capai 1.200 Ton Sampah per Hari
Fasilitas PSEL Denpasar Raya nantinya diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah harian di Denpasar dan Badung. Sekaligus mendukung sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Selain mengolah sampah baru, proyek ini juga diarahkan untuk membantu menyelesaikan tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan serius.
Eks TPA Suwung Direncanakan Jadi Ruang Terbuka Hijau
Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kawasan eks TPA Suwung nantinya dapat direvitalisasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah dapat berubah menjadi area hijau ramah lingkungan dan dimanfaatkan sebagai ruang publik masyarakat. “Permasalahan sampah di Denpasar dan Badung harus ditangani menyeluruh, baik sampah harian maupun sampah lama yang masih menumpuk,” kata Koster.
TNI AD Siap Dukung Penanganan Sampah Bali
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menegaskan TNI AD siap mendukung program pengelolaan sampah terpadu di Bali. Menurutnya, metode pirolisis menjadi salah satu teknologi pengolahan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Karena mampu mengolah sampah tanpa emisi terbuka. “TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui karya bakti, edukasi lingkungan, hingga pengelolaan sampah terpadu,” ujarnya saat meninjau pematangan lahan di Pesanggaran.
Maruli juga menyebut sistem pengolahan sampah yang didukung TNI AD memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya tanpa investasi pemerintah, mampu mengolah sampah lama, tidak memerlukan subsidi pemerintah, serta menghasilkan energi terbarukan.
Bali Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Modern
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 menjadi dasar hukum. Pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia. Bali juga ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project pengolahan sampah berbasis pirolisis bersama beberapa kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang.
Menurut Nani, groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada Juli 2026 akan menjadi momentum penting integrasi penanganan sampah dari hulu hingga hilir di Bali.
Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Sumber
Selain pembangunan PSEL, Pemerintah Provinsi Bali juga terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan program pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan lebih optimal. “Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia,” tegas Koster.
Bali Mulai Bangun PSEL di Pesanggaran, Gubernur Koster Tinjau Langsung Pematangan Lahan



















