Bupati Badung Dalami Pembangunan Lalu Lintas Terowongan Gatsu Barat – Kerobokan – Canggu

Bupati Badung Dalami Pembangunan Lalu Lintas Terowongan Gatsu Barat – Kerobokan - Canggu

BADUNG, InsertBali – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa kembali mendalami rencana pembangunan infrastruktur terowongan (Tunnel) bawah tanah. Yang akan dijadikannya sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Gatsu Barat – Kerobokan – Canggu.

Hal itu terungkap saat Bupati Badung melakukan rapat bersama PT. Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS), dengan membahas aspek teknis, kapasitas, estimasi investasi, skema pembiayaan, hingga tahapan implementasi di ruang kerjanya Puspem Badung, Kamis (24/9).

Bupati Adi menyebut Pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu kami kaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas. Tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar.

“Kita ingin menghubungkan jalur-jalur strategis seperti Canggu. Dengan infrastruktur bawah tanah yang ke depan dapat diintegrasikan dengan moda transportasi modern,” ucap Bupati asal Desa Pecatu ini saat didampingi Sekda Badung I.B. Surya Suamba, Asisten II I Made Agus Aryawan, jajaran Kepala Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, perwakilan Dinas Perhubungan, Bagian Kerja Sama, Pengadaan Barang dan Jasa, dan Bagian Hukum Setda Badung.

Hasil pembahasan yang dikakukan Bupati Badung bersama PT. Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS). Disebut akan menjadi referensi penyusunan roadmap dan studi kelayakan (feasibility study). Untuk menilai kelayakan proyek dari aspek teknis, ekonomi, finansial, lingkungan, kelembagaan, serta kesesuaian peraturan perundang-undangan sebelum masuk tahapan berikutnya.

Sementara Tim STECS, Xu Xuelin bersama PT. Pendar Cahaya Nusantara, Suprapto memaparkan sejumlah alternatif konfigurasi satu hingga tiga terowongan. Dari sisi teknologi konstruksi, STECS memaparkan penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM). Metode ini masih akan dikaji berdasarkan karakteristik geologi, kedalaman, struktur tanah, dan keselamatan permukaan.

Shares: