Bali Raih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, Wayan Koster Tegaskan Arah Pariwisata Berkualitas

Denpasar, Insert Bali— Gubernur Bali Wayan Koster menyambut dengan penuh kebanggaan penobatan Bali sebagai Peringkat 1 World’s Best Destination 2026 versi TripAdvisor. Penghargaan bergengsi tingkat global tersebut diumumkan dalam ajang Travelers’ Choice Awards: Best of the Best, menempatkan Bali di atas destinasi dunia ternama seperti London, Dubai, Paris, dan Roma.

Prestasi ini semakin menegaskan posisi Bali sebagai ikon pariwisata dunia yang tetap diminati wisatawan internasional di tengah berbagai tantangan global.

Bali Dominasi Berbagai Kategori Pariwisata Dunia

Selain meraih predikat destinasi terbaik dunia 2026, Bali juga menempati peringkat teratas dalam sejumlah kategori unggulan, antara lain:

  • Peringkat 1 Honeymoon Destination

  • Top 10 Cultural Destination

  • Top 10 Solo Travel Destination

  • Top 20 Trending Cities

Capaian ini memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya budaya dan relevan bagi berbagai segmen wisatawan.

Wayan Koster: Pariwisata Berbasis Budaya Tetap Kuat

Menanggapi penghargaan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti kuatnya pariwisata berbasis budaya Bali, meskipun sempat dihadapkan pada berbagai isu seperti persoalan sampah, kemacetan, hingga narasi sepinya kunjungan wisatawan.

“Pengakuan dunia ini membuktikan bahwa Bali tetap menjadi magnet global. Kuncinya adalah menjaga kualitas layanan, kelestarian alam, dan budaya Bali agar tetap autentik dan berkelas,” ujar Koster pada Januari 2026.

Ia menambahkan, prestasi internasional ini harus menjadi motivasi bersama untuk terus memperbaiki tata kelola pariwisata agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Kebijakan Pariwisata Berkualitas Mulai 2026

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster menerapkan kebijakan pariwisata berkualitas yang lebih selektif. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah penyaringan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pemeriksaan kemampuan finansial.“Ke depan, wisatawan mancanegara direncanakan harus menunjukkan bukti kemampuan finansial, termasuk riwayat tabungan selama tiga bulan terakhir. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk memastikan kualitas wisatawan,” jelas Koster.

Kebijakan ini bertujuan agar Bali tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga kualitas wisatawan yang memberikan dampak ekonomi lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.

Kunjungan Wisman Tembus 7,05 Juta Orang

Data hingga akhir tahun 2025 mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Bali yang semakin kuat pascapandemi.

Namun demikian, Koster menegaskan bahwa peningkatan jumlah kunjungan harus diimbangi dengan pengendalian dampak sosial, budaya, dan lingkungan.

Selaras dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

Arah kebijakan pariwisata Bali 2026 juga diselaraskan dengan visi besar Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125). Visi ini menempatkan pelestarian adat, tradisi, seni, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan Bali di tengah arus globalisasi. “Pariwisata Bali tidak boleh kehilangan jati diri. Budaya Bali adalah kekuatan utama yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” tegas Wayan Koster.

Dengan pengakuan dunia dan kebijakan pariwisata berkualitas yang terarah, Bali optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai World’s Best Destination 2026. Sekaligus memastikan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakatnya.

Fraksi Gerindra-PSI Soroti Ketat Aspek Hukum Penambahan Modal Rp445 Miliar ke BPD Bali

Shares: