Gubernur Koster dan Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau Bahas Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Jerman

DENPASAR , Insert Bali– Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau untuk membahas pengelolaan sampah anorganik dan organik di Bali. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menugaskan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, untuk mengoordinasikan rencana penanganan sampah dengan Pemerintah Kabupaten Badung.

Pertemuan berlangsung pada Senin (Soma Pon, Matal), 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik inisiatif Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau yang memiliki teknologi pengolahan sampah modern. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah di Bali harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan melibatkan berbagai pihak.

“Pengelolaan sampah di Bali membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta atau yayasan yang memiliki teknologi serta komitmen kuat. Saya minta DKLH segera berkoordinasi dengan Kabupaten Badung agar rencana ini bisa ditindaklanjuti secara teknis,” ujar Wayan Koster.

Sementara itu, Ketua Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau, I Gusti Nyoman Jelantik, menjelaskan. Bahwa yayasannya memiliki kemampuan mengelola sampah anorganik dan organik hingga 10 ribu ton per hari. Pengolahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan mesin pengelolaan sampah berteknologi tinggi yang telah teruji dan digunakan di Jerman.

“Teknologi yang kami gunakan sudah diterapkan di beberapa negara Eropa, khususnya Jerman. Mesin ini mampu mengolah sampah secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” jelas I Gusti Nyoman Jelantik di hadapan Gubernur Bali.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum bertemu Gubernur Bali, pihak Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau telah melakukan audiensi dengan sejumlah pihak di tingkat pusat,. Antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.  Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, serta Danantara.

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius dalam mencari dukungan lintas sektor guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah terpadu di Bali. Sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pariwisata berkelanjutan.

Dengan adanya koordinasi lanjutan bersama Pemerintah Kabupaten Badung, diharapkan rencana pengelolaan sampah berbasis teknologi ini. Dapat segera direalisasikan dan menjadi solusi nyata bagi permasalahan sampah di Bali.

Avengers: Doomsday Capai Progres Penting Jelang Tayang Akhir 2026

Shares: