BALI – Konferensi internasional bergengsi FIDIC Asia Pacific Conference 2025 secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faizal. Mewakili Menteri Koordinator AHY, di The Bali Beach Convention, Sanur, pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Konferensi ini merupakan kolaborasi antara Federation Internationale des Ingenieurs-Conseils (FIDIC) Asia Pacific Group, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Dihadiri peserta dari 25 negara Asia Pasifik, ajang ini menjadi platform strategis untuk membahas masa depan industri konsultan teknik dan konstruksi berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Tema FIDIC 2025: Teknologi Baru untuk Transformasi Industri Konstruksi
Mengusung tema “New Technologies Transforming Engineering and Construction Industry”, FIDIC Asia Pacific Conference 2025 menyoroti peran penting teknologi rendah karbon, digitalisasi, dan transformasi sektor konstruksi dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan inklusif.
Deputi Nazib Faizal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal membangun jalan, jembatan, atau bandara, melainkan juga instrumen pemerataan wilayah dan transformasi ekonomi nasional.
“Semua pekerjaan konsultasi harus menjadikan tata ruang nasional sebagai panglima dalam perencanaan pembangunan. Ini penting agar pembangunan selaras dengan prioritas strategis nasional seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengelolaan lahan berkelanjutan,” tegasnya.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo 2025–2029
Arahan Deputi Nazib merefleksikan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita Pembangunan Nasional 2025–2029, yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan keadilan wilayah.
“Infrastruktur harus menjadi jembatan kesempatan, bukan hanya simbol kemajuan,” ujarnya menegaskan pesan Menko AHY tentang pentingnya konektivitas yang merata serta pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui pengembangan kawasan dan strategi yang tepat sasaran.
Kolaborasi Global dan Skema Pembiayaan Berkelanjutan
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Indonesia juga mendorong peningkatan kemitraan global. Termasuk penerapan skema Public-Private Partnership (PPP) guna memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada anggaran negara. Tetapi juga dapat dibiayai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang.
Pemerintah juga mengajak pelaku industri untuk:
Meningkatkan transfer teknologi ramah lingkungan
Mendorong efisiensi dalam proyek-proyek infrastruktur
Membangun daya saing sektor konstruksi dan konsultansi teknik nasional
Harapan: Jejaring Internasional dan Praktik Terbaik di Asia Pasifik
FIDIC Asia Pacific Conference 2025 diharapkan menjadi forum penting untuk:
Berbagi praktik terbaik dari berbagai negara
Memperkuat jejaring profesional internasional
Mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas konsultan teknik Indonesia
Dengan keterlibatan pemimpin industri, akademisi, hingga pemangku kebijakan dari 25 negara. Konferensi ini menjadi momentum strategis untuk menavigasi masa depan pembangunan infrastruktur yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan FIDIC Asia Pacific Conference 2025 di Bali, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai tuan rumah. Sekaligus aktor penting dalam transformasi sektor infrastruktur dan tata ruang di kawasan Asia Pasifik. Konferensi ini menandai langkah penting dalam mendorong pembangunan berbasis teknologi. Memperkuat kolaborasi internasional, serta menyongsong masa depan infrastruktur yang lebih adil dan berdaya saing.
Pameran Tunggal Bagus Ari Maruta “The Unseen Thread” Hadirkan Dialog Sekala-Niskala di Ubud