UBUD, InsertBali – Sebagai wujud syukur sekaligus dedikasi nyata dalam merawat kelestarian budaya Bali, Alaya Resort Ubud kembali melangsungkan upacara suci Piodalan pada Rabu (7/10/2026). Berpusat di area Padmasana, prosesi sakral ini tidak hanya menjadi momen spiritual bagi manajemen dan staf. Tetapi juga sebuah panggung keharmonisan yang mempertemukan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Mengakar kuat pada filosofi Tri Hita Karana, perayaan Piodalan di Alaya Resort Ubud telah menjadi bagian dari identitas resor tersebut. Rangkaian ritual spiritual ini telah dipersiapkan sejak Senin (5/10/2026) melalui prosesi Nunas Tirta (memohon air suci) di sejumlah pura sentral kawasan Padang Tegal dan Ubud. Di antaranya Pura Desa dan Puseh, Pura Melanting, hingga Pura Gunung Lebah.
Menariknya, Alaya Resort Ubud menjadikan momen keagamaan ini sebagai sarana mempererat kebersamaan tim (team building) berbasis kearifan lokal. Sejak tahun 2017, resor ini menerapkan sistem Pengempon, di mana perwakilan dari berbagai departemen mengambil tanggung jawab langsung. Untuk menjaga dan merawat sembilan pelinggih yang tersebar di kawasan Parahyangan resor.
Sehari sebelum puncak acara, seluruh staf membaur dalam kegiatan Mereresik (pembersihan area suci). Suasana kekeluargaan semakin kental melalui perlombaan Mayasan Pelinggih—menghias tempat suci menggunakan wastra dan ornamen tradisional—serta lomba merangkai Gebogan yang mengandalkan kreativitas menyusun buah-buahan lokal dan dedaunan alami.
Puncak Piodalan dan Pelibatan Tamu Mancanegara
Puncak Piodalan pada Rabu (7/10/2026) diawali dengan ritual Mecaru sebagai simbol penyelarasan alam. Yang disusul dengan persembahyangan bersama pada sore harinya. Seluruh karyawan beserta jajaran manajemen dan undangan tampil khidmat mengenakan pakaian adat Bali, menciptakan atmosfer kebersamaan yang magis.
Sorotan utama dalam prosesi ini adalah pementasan Tari Rejang Renteng, sebuah tarian sakral penolak bala dan simbol persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menjadikannya semakin istimewa, tarian yang gerakannya melambangkan ketulusan dan keterikatan harmoni ini dibawakan langsung oleh para karyawati Alaya Resort Ubud.
Lebih dari sekadar ritual internal, Alaya Resort Ubud membuka pintu bagi para tamu yang menginap untuk menyaksikan dan merasakan langsung kedalaman budaya Bali. Wisatawan diajak menyelami kearifan lokal dalam atmosfer yang autentik, dengan tetap menjunjung tinggi tata krama dan etika budaya setempat.
“Piodalan merupakan momen berharga bagi seluruh tim kami untuk sejenak berhenti dari rutinitas, mengucap syukur, dan bersama-sama menjaga warisan budaya. Yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali,” ungkap Dewi Mas, Chief Operating Officer Alaya Hotels & Resorts.
Dewi Mas menambahkan bahwa bagi Alaya, budaya bukanlah sekadar komoditas pariwisata. “Budaya merupakan nilai yang hidup dalam keseharian kami. Melalui Piodalan ini, kami ingin terus menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa, lingkungan, dan komunitas di sekitar kami. Sekaligus memberikan ruang bagi para tamu untuk mengenal dan merasakan kehangatan budaya Bali secara lebih dekat,” tegasnya.
Melalui konsistensinya menggelar Piodalan, Alaya Resort Ubud yang dikenal sebagai episentrum seni di Bali ini, terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan kemewahan. Tetapi juga hospitality Indonesia yang autentik dan berakar pada keluhuran tradisi.
Profil Singkat Alaya Resort Ubud dan Alaya Hotels & Resorts
Berada di pusat budaya Ubud, Alaya Resort Ubud menawarkan 106 kamar berdesain kontemporer yang diperkaya dengan sentuhan seni khas Bali. Dikelilingi panorama persawahan yang asri, resor ini merupakan karya kolaboratif dari Grounds Kent Architects, mendiang ahli lanskap Made Wijaya. Serta desainer interior asal Maroko Zohra Boukhari yang merancang DaLa Spa. Setiap sudut resor dirancang untuk menghadirkan pengalaman menginap berkelas dengan keramahtamahan Bali yang tulus.
Sementara itu, Alaya Hotels & Resorts adalah perusahaan hospitality asal Indonesia yang berfokus pada penciptaan pengalaman menginap dengan konsep grounded luxury. Portofolionya mencakup Alaya Suites Ubud, Alaya Resort Ubud, Alaya Dedaun Kuta, dan Alaya Private Estate.
Seluruh properti Alaya menonjolkan integrasi antara desain terkurasi, relevansi nilai budaya, dan kearifan lokal guna memenuhi ekspektasi generasi wisatawan masa kini. Yang mencari koneksi mendalam dengan destinasi yang mereka kunjungi.



















