BANGLI, InsertBali – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar kegiatan Aksi Sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” Tahun 2026. Kegiatan di Kabupaten Bangli pada Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Wantilan Pura Dalem Gede Sala (Desa Abuan, Kecamatan Susut). Serta Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang (Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli).
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, bersama Wakil Ketua Pembina TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, hadir langsung.
Hadir mendampingi Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, serta Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Bapak Anom Agustina.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas PMDDUKCAPIL Provinsi Bali. Serta Para Kepala Dinas terkait selaku Pengarah TP Posyandu. Jajaran Pengarah dan Anggota TP Posyandu 6 SPM Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli.
Serta Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli selaku Pengarah TP Posyandu Kabupaten Bangli, Camat Susut, Camat Bangli, Perbekel Desa Abuan, Lurah Bebalang, serta para kader Posyandu penerima bantuan.
Dalam sambutan selamat datangnya, Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi mendalam.
Apresiasi atas kedatangan rombongan TP Posyandu Provinsi Bali untuk memberikan bimbingan dan pencerahan. Pencerahan terkait implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
“Di Kabupaten Bangli terdapat 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan 4 kelurahan. Sosialisasi mengenai transformasi Posyandu yang mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)—meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, dan Sosial, telah kami laksanakan hingga tingkat kecamatan dan desa,” ujar Ny. Sariasih.
Sebagai wujud kepedulian dan bentuk apresiasi atas kerja ikhlas para kader, dalam aksi sosial ini diserahkan bantuan.
Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali secara simbolis kepada 50 kader Posyandu di Desa Abuan. Serta 54 kader Posyandu di Kelurahan Bebalang.
Bantuan yang diterima tiap kader berupa 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu.
Pemaparan Materi 6 SPM Dan Program Bina Posyandu
Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Anom Agustina, memberikan pemaparan materi. Materi untuk meretetas kebingungan para kader mengenai konsep Posyandu terbaru.
Beliau menegaskan bahwaPosyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan belaka. Melainkan menangani 6 bidang SPM.
“Kader tidak perlu merasa bingung atau dibebani. Tugas utama kader Posyandu di luar bidang kesehatan kini difokuskan pada tiga tahapan utama: mendata/menghimpun aspirasi masyarakat saat Posyandu buka, membuktikan melalui kunjungan rumah (pasca buka), dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Desa atau Lurah untuk ditindaklanjuti. Kader tidak bertugas eksekusi teknis,” jelas Anom Agustina.
Ia juga menambahkan bahwa untuk memperdalam pemahaman dan kapasitas teknis kader, TP Posyandu Provinsi Bali telah merancang program. Program Bina Posyandu, di mana para kader akan dibina secara intensif selama 3 hari.
Pesan Ketua TP Posyandu Bali Dan Penataan Telajakan Rumah Bunga Pucuk Bang
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya semangat kerelawanan kader.
Kerelawanan sebagai ujung tombak pembangunan di desa.
Selain urusan pelayanan masyarakat, kader diajak aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Serta membangkitkan budaya gotong royong, serta menata telajakan rumah warga.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak, Mari kita bangkitkan kembali semangat gotong royong. Khusus di Kabupaten Bangli, mari perindah telajakan rumah warga dengan menanam maskot daerah, yaitu Bunga Pucuk Bang,” pesan Ny. Putri Koster.
Melalui sinergi kegiatan “Membina dan Berbagi” ini, diharapkan seluruh kader Posyandu di Kabupaten Bangli makin memahami peran terbarunya.
Serta terus bersemangat mengabdi demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Bali.


















