GIANYAR, InsertBali – Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Gianyar. Kali ini, dialog kerukunan antarumat beragama digelar di Aula Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Kegiatan melibatkan sekitar 60 peserta dari berbagai unsur masyarakat, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi. Membangun sikap saling menghormati. Sekaligus menjaga agar keberagaman yang ada di tengah masyarakat tetap menjadi kekuatan. Kekuatan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Dialog menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kerukunan. Serta kompetensi dalam kehidupan bermasyarakat.
Narasumber yakni dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar. Serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar. Serta Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.
Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Cokorda Gede Putra Darmayuda, menjadi salah satu narasumber. Narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi. Serta membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang beragam.
Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dipahami sebagai kondisi tanpa konflik. Tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan saling menghargai. Serta menjaga hubungan baik antarsesama.
“Kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan saling menghormati, menjaga komunikasi dan mengedepankan kepentingan bersama,” ujar Cokorda Gede Putra Darmayuda dalam dialog tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi. Informasi yang dapat memicu kesalahpahaman. Terutama di era komunikasi digital yang memungkinkan sebuah informasi menyebar dengan cepat.
Antusiasme Peserta Dan Harapan Sinergi Pemerintah Serta Masyarakat
Dialog tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerukunan di Kecamatan Tegallalang. Sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan suasana kehidupan yang rukun, aman dan kondusif.
Sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Forum dialog juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan. Serta menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kerukunan di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan seperti ini, sinergi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati, keberagaman di Tegallalang dapat terus dirawat sebagai modal penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” pungkasnya.



















