Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-68 sebagai ruang refleksi, memperkuat persatuan, serta menjaga adat, budaya dan nilai-nilai luhur Bali.
DENPASAR – DPRD Provinsi Bali menggelar Sabha Paripurna ke-47 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026).
Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Bali dan dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, S.H.
Peringatan Hari Jadi ke-68 mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.
Momentum tersebut menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat Bali untuk mengenang sejarah serta melanjutkan perjuangan membangun daerah.
Peringatan juga menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pemerintahan, pembangunan, dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
Ketua DPRD Bali mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan swadharma.
Semangat tersebut diharapkan memperkuat komitmen menjaga adat, tradisi, seni, budaya, serta kearifan lokal Bali.
Bali memiliki kekayaan budaya yang diwariskan leluhur dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bali.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tradisi, seni budaya, serta tata kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan Sad Kerthi.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Bali untuk generasi mendatang.
Sloka Suci Lascaraya, Nusa Wijaya
Rangkaian Sabha Paripurna juga diisi pembacaan sloka bertema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” oleh Putu Majesta Aryesti Maisadipta.
Putu Majesta merupakan Juara I Membaca Sloka Berpasangan Anak-anak Putri dalam Lomba Utsawa Dharmagita Kabupaten Badung 2026.
Penampilan tersebut didukung Ni Ketut Rasty Anggia Vajra sebagai pangartos atau penyampai makna sloka.
Selain itu, turut ditampilkan penabuh gender yang merupakan Juara I Gender Wayang Anak-anak dalam PKB 2026.
Keduanya adalah Ni Made Dwi Sari Candradita dan Ni Made Niesa Sri Rahmadhisa.
Sloka tersebut mengandung pesan tentang ketulusan dalam berkarya dan keikhlasan dalam memberikan pengabdian kepada Bali.
Makna tersebut menegaskan bahwa setiap karya seharusnya menjadi persembahan untuk keluarga, masyarakat, dan tanah kelahiran.
Kejayaan Bali tidak hanya ditentukan oleh pencapaian hari ini, tetapi juga warisan bagi generasi mendatang.
Melalui tema tersebut, masyarakat Bali diajak terus menjaga semangat persatuan dan memperkuat jati diri daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-68 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Bali membutuhkan komitmen bersama seluruh komponen masyarakat.
DPRD Bali menegaskan bahwa semangat pengabdian harus terus dijaga untuk memperkuat keberlanjutan pembangunan Bali.
Sabha Paripurna kemudian ditutup dengan doa serta ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah mengikuti persidangan.
DPRD Bali Sampaikan Ucapan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali



















