BULELENG – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali terus memperkuat implementasi transformasi Posyandu melalui sosialisasi di Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang berlangsung di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, dan Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Senin (20/7/2026), sekaligus diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada ratusan kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka melayani masyarakat.
Program ini merupakan tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Transformasi tersebut mengubah peran Posyandu menjadi pusat pelayanan terpadu yang mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih komprehensif.
Transformasi Posyandu Perluas Layanan Dasar kepada Masyarakat
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menjelaskan transformasi Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui regulasi baru, Posyandu kini mengintegrasikan enam bidang SPM. Bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
Menurutnya, transformasi ini bertujuan menghadirkan pelayanan publik yang lebih terpadu hingga tingkat desa.
Kader Berperan sebagai Penghubung Masyarakat dan Pemerintah
Putu Anom Agustina menegaskan perubahan sistem tersebut tidak dimaksudkan menambah beban kerja para kader Posyandu.
Sebaliknya, kader berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mereka bertugas mencatat aspirasi, mendata permasalahan, dan meneruskan laporan kepada pemerintah desa maupun instansi terkait.
“Tugas kader adalah menampung aspirasi serta mencatat dan mendata permasalahan yang terjadi di lapangan. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pengurus dan perangkat desa untuk ditindaklanjuti oleh instansi sesuai bidang kewenangannya,” ujarnya saat sosialisasi di Wantilan Desa Sembiran.
Ia menjelaskan masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan ketika Posyandu membuka pelayanan.
Apabila diperlukan, kader juga melakukan kunjungan lapangan. Seluruh hasil pendataan kemudian disampaikan kepada instansi berwenang agar memperoleh penanganan sesuai kewenangannya.
Sebanyak 184 Kader Terima Bantuan Sosial
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada para kader.
Di Desa Sembiran, bantuan disalurkan kepada 110 kader dari delapan Posyandu yang tersebar di enam dusun.
Setiap kader menerima 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
Sementara itu, di Desa Padangbulia bantuan yang sama diberikan kepada 74 kader dari 10 Posyandu.
“Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada para kader yang telah bekerja dengan tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, sebelum melaksanakan tugas, para kader juga harus memahami esensi tugasnya agar tidak mengalami hambatan dan seluruh proses pelayanan dapat berjalan sesuai alur,” kata Made Dwi Dewata.
Perkuat Pelayanan Dasar Berkualitas hingga Desa
TP Posyandu Provinsi Bali akan terus melaksanakan sosialisasi transformasi Posyandu secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Melalui pemahaman yang seragam, seluruh kader diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya. Posyandu juga diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan dasar yang berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan arah pembangunan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, penguatan kelembagaan Posyandu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga tingkat desa. Dengan sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, transformasi Posyandu diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, terpadu, dan tepat sasaran bagi seluruh warga Bali.



















