Bhakti Penganyar Pemkab Klungkung di Pura Mandhara Giri Lumajang

ajaran OPD Pemkab Klungkung dipimpin Asisten I I Gusti Ketut Suardika saat mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang Jawa Timur.

KLUNGKUNG, InsertBali Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/7). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Pujawalikrama tahunan tersebut dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika. Kehadirannya mewakili Bupati Klungkung.

Bhakti Penganyar dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Klungkung. Hadir pula tokoh masyarakat, serta umat sedharma dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Pelaksanaan persembahyangan dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Dwija Putra dari Griya Taman Sari Mas, Baturiti, Tabanan. Sulinggih pendamping yakni Ida Pedanda Istri Wiadnyani Keniten dari Griya Gede Banjarangkan, Klungkung.

Rangkaian Pujawalikrama diawali dengan prosesi Matur Piuning pada Redite Pon Julungwangi, 31 Mei 2026. Kegiatan dilanjutkan Mepepada Wewalungan pada Redite Umanis Langkir, 28 Juni 2026.

Serta puncak Pujawalikrama yang berlangsung pada Purnamaning Kasa, Soma Paing Langkir, 29 Juni 2026. Selanjutnya akan dilaksanakan Upacara Nganyarin dan Nyineb pada Sukra Pon Medangsia, 10 Juli 2026.

Asisten I Setda Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika, mengatakan Bhakti Penganyar merupakan bagian dari swadarma. Agenda ini menjadi kewajiban umat sebagai wujud sradha dan bhakti ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).

Melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar ini, pihaknya berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung senantiasa memperoleh tuntunan. Doa dipanjatkan agar mendapat kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan program-program pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung.

“Semoga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, sukses, dan labda karya, serta memberikan kerahayuan bagi seluruh umat,” ujar Gusti Suardika.

Shares: