Sinergi Tanpa Batas, Rutan Klungkung dan Pemkab Teken Nota Kesepakatan Layanan Komprehensif bagi Warga Binaan

Bupati Klungkung I Made Satria bersama Karutan Alviantino Riski Satriyo saat prosesi penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) di Aula Rutan Kelas IIB Klungkung.

KLUNGKUNG, InsertBali Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung resmi menjalin sinergi strategis. Sinergi dibangun dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Langkah ditempuh melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) multi-sektor.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang penting. Yaitu penyelenggaraan layanan kesehatan, pendidikan, kependudukan, dan sosial. Hingga kebersihan lingkungan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) turut dikerjasamakan.

Prosesi penandatanganan berlangsung dengan tertib. Acara digelar di Aula Rutan Kelas IIB Klungkung pada Rabu (24/6/2026) ini. Prosesi disaksikan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Serta dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Andy Wijaya Rivai.

Nota Kesepakatan tersebut ditandatangani secara resmi. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Klungkung, Alviantino Riski Satriyo. Ia didampingi oleh pimpinan dari 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung.

Adapun ke-8 OPD yang terlibat meliputi dinas-dinas terkait. Yaitu Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak. Serta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga. Ditambah Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan.

Lalu ada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan. Serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, dan Dinas Pertanian ikut serta.

Tantangan Overkapasitas dan Solusi Reintegrasi Sosial

Dalam laporannya, Karutan Klungkung Alviantino Riski Satriyo memaparkan data lapangan. Ia mengatakan kondisi Rutan Klungkung saat ini mengalami masalah muatan. Rutan mengalami overkapasitas atau kelebihan muatan yang cukup signifikan.

“Kapasitas ideal rutan kami sebenarnya hanya untuk 49 orang, namun saat ini diisi oleh 121 warga binaan. Akibatnya, kamar yang harusnya diisi satu orang, kini terpaksa ditempati dua hingga tiga orang,” ungkap Alviantino.

Kondisi ini, lanjut Alviantino, membawa dampak nyata. Hal ini berdampak langsung pada optimalisasi pelayanan kesehatan. Sektor pembinaan, hingga proses reintegrasi sosial ikut terdampak. Oleh karena itu, MoU ini hadir sebagai langkah konkret. Kehadirannya untuk menjawab tantangan tersebut.

“Keberhasilan pemasyarakatan bukan sekadar menjaga keamanan di dalam tembok rutan, melainkan bagaimana kita bersama mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. Nota ini adalah komitmen bersama untuk menekan angka residivisme (pengulangan tindak pidana) dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” tegasnya.

Apresiasi senada disampaikan Kakanwil Kemenkumham Bali, Andy Wijaya Rivai. Ia memuji langkah cepat Pemkab Klungkung. Serta jajaran OPD yang selama ini dinilai sangat kooperatif. Mereka bahkan sudah mengimplementasikan beberapa program kerja sama tersebut. Program dijalankan secara nyata di lapangan sebelum MoU resmi diteken.

Rencana Relokasi Rutan Klungkung Jangka Panjang

Merespons kondisi tersebut, Bupati Satria memberikan tanggapan. Ia menegaskan bahwa warga binaan tetap memiliki hak dasar. Hak tersebut wajib dipenuhi oleh negara. Menurutnya, tanggung jawab pembinaan tidak bisa berdiri sendiri. Tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepada institusi pemasyarakatan saja.

“Warga binaan adalah bagian dari masyarakat kita yang berhak mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan. Pemkab Klungkung berkomitmen penuh mendukung program ini,” ujar Satria.

Menariknya, Satria juga langsung memberikan solusi nyata. Solusi jangka panjang terkait masalah overkapasitas dipikirkan. Pemkab Klungkung berencana merelokasi Rutan Klungkung. Lokasi baru ditargetkan ke lahan yang lebih luas dan representatif.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali karena ada banyak aset lahan milik Pemprov di Klungkung. Saya akan perjuangkan ketersediaan lahannya agar pembinaan bisa berjalan lebih manusiawi dan maksimal,” Ungkapnya.

Acara seremonial ini ditutup dengan hangat. Ditandai dengan pertukaran cenderamata dari pihak Rutan dan Pemkab Klungkung. Usai acara formal, Bupati bersama rombongan berkesempatan turun ke lapangan. Mereka melakukan penanaman serta panen raya bibit sayuran. Bibit tersebut merupakan hasil karya dan pembinaan kemandirian warga binaan di area asimilasi rutan.

Shares: