GIANYAR, InsertBali – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar terus memperkuat komitmen nyata. Langkah ini diambil dalam membangun pendidikan pemilih yang berkelanjutan menjelang Pemilu 2029. Komitmen strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama resmi dengan pihak SMK, SLB, serta sejumlah perguruan tinggi.
Kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertempat di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Gianyar. Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah taktis KPU Kabupaten Gianyar. Tujuannya untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih, khususnya kepada kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak dari perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah. Di antaranya tampak hadir Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Pendidikan Nasional, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional.
Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa. Selain jajaran akademisi kampus, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Gianyar.
Perluasan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program pendidikan pemilih terdahulu. Program tersebut sebelumnya telah sukses dilaksanakan KPU Kabupaten Gianyar bersama satuan pendidikan.
Pada 20 Januari 2026, KPU Kabupaten Gianyar telah lebih dahulu melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan SMA Negeri yang ada di Kabupaten Gianyar. Kerja sama awal tersebut menjadi pijakan kuat dalam memperkuat pendidikan pemilih bagi pemilih pemula di lingkungan sekolah.
Pentingnya Membangun Pemilih Muda Berkarakter Sejak di Ruang Belajar
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Gianyar, I Wayan Mura, S.H., M.H., menyampaikan pandangannya. Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat pendidikan demokrasi secara berkelanjutan. Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi merupakan mitra strategis KPU dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.
“Pendidikan pemilih tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu. Ia harus menjadi proses panjang yang dimulai dari ruang belajar, dari sekolah, kampus, diskusi, dan pengalaman langsung. Melalui kerja sama ini, KPU Gianyar ingin membangun pemilih muda yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami makna penting dari partisipasi demokratis,” ujar I Wayan Mura.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Gianyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Gusti Bagus Agung Swandhita, S.Sos., juga memberikan penegasan. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya KPU Gianyar dalam menghadirkan program yang tepat. Langkah ini penting dalam menyuguhkan pendidikan pemilih yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.
“Demokrasi yang kuat tidak lahir dalam satu hari. Ia tumbuh dari ruang kelas, kampus, diskusi, pengalaman, dan kolaborasi yang dibangun bersama. Karena itu, KPU Gianyar berupaya menghadirkan pendidikan pemilih lebih dekat dengan ruang belajar generasi muda,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, berbagai program kerja akan diimplementasikan secara bersama-sama di lapangan. Mulai dari gerakan KPU Goes to School, KPU Goes to Campus, pelaksanaan simulasi pemungutan suara, program magang mahasiswa, literasi demokrasi, hingga optimalisasi pemanfaatan Rumah Pintar Pemilu sebagai sarana edukasi kepemiluan bagi masyarakat luas.
Membangun Ekosistem Literasi Demokrasi dan Menghadapi Tantangan Modern
KPU Kabupaten Gianyar berharap kolaborasi dengan SMK, SLB, dan perguruan tinggi ini dapat menjadi ekosistem bersama dalam membangun literasi demokrasi. Pihak perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam penguatan riset, pengembangan materi pendidikan pemilih, program pengabdian masyarakat, serta proses evaluasi program.
Sementara itu, lingkungan sekolah menjadi ruang krusial untuk menumbuhkan pemahaman demokrasi sejak dini. Sekolah juga wadah praktik partisipasi serta pembentukan karakter kewargaan bagi para pemilih pemula.
Selain memperkuat literasi kepemiluan, kerja sama ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran kritis generasi muda. Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi modern yang kian kompleks. Tantangan tersebut seperti sebaran hoaks, disinformasi, praktik politik uang, rendahnya literasi politik, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
KPU Kabupaten Gianyar menegaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan bagian vital dari upaya meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Partisipasi yang diharapkan tidak hanya sebatas kehadiran fisik di tempat pemungutan suara (TPS).
Namun, partisipasi juga mencakup kemampuan warga dalam memahami informasi politik secara kritis. Selain itu, pemilih diharapkan mampu menghargai perbedaan pilihan, serta ikut menjaga nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi bersama pihak sekolah dan perguruan tinggi, KPU Kabupaten Gianyar berharap banyak pada institusi pendidikan. Ruang belajar diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam menyiapkan pemilih muda yang cerdas, kritis, mandiri, serta siap menyongsong pesta demokrasi Pemilu 2029.



















