Menyatukan Seni, Sains, dan Bisnis, PASAR Malam Enlightened Bali 2026 Gaungkan Kekuatan Cahaya

Suasana konferensi pers press rilis Enlightened Bali 2026 bertema PASAR Malam bersama para co-founder di Masa-Masa Gianyar.

GIANYAR, InsertBali — Ada ruang yang mampu menghadirkan kenyamanan, kehangatan, dan pengalaman emosional yang melekat di ingatan. Sementara di sisi lain, ada pula ruang yang hanya terlihat cantik saat difoto saja. Perbedaan mencolok itu kerap lahir dari cara sebuah ruang memainkan suasana. Dalam hal ini, elemen cahaya menjadi faktor utama yang membentuk rasa tersebut.

Namun hingga hari ini, proses pencahayaan masih terlalu sering hadir di tahap akhir pembangunan. Ketika struktur bangunan sudah selesai, ketika plafon sudah tertutup, dan ketika ruang sudah kehilangan banyak kemungkinan terbaiknya. Fenomena ini diperkuat oleh realitas di lapangan. Berdasarkan estimasi kolektif praktisi industri, sekitar 85 persen bangunan di Indonesia masih dibangun tanpa keterlibatan profesional pencahayaan. Kondisi ini menjadi sebuah blind spot besar yang mereduksi fungsi cahaya sekadar sebagai penyesuaian teknis belaka, bukan sebuah visi desain yang utuh.

Enlightened Bali 2026 hadir untuk mengubah cara pandang tersebut. Mengusung tema PASAR Malam, platform ini dibangun bukan hanya sebagai event industri biasa. Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara desain, teknologi, budaya, bisnis, dan pengalaman manusia. Sebuah gerakan yang percaya bahwa lighting bukan sekadar kebutuhan teknis. Pencahayaan melainkan bagian dari bagaimana sebuah ruang berbicara kepada manusia.

Karena bisnis hospitality, pada akhirnya, bukan bisnis bangunan, melainkan bisnis perasaan. Gerakan ini digagas langsung oleh para pemimpin industri yang memahami betul satu hal penting. Keputusan tata cahaya yang dibuat sejak titik nol akan menentukan produktivitas nilai investasi ke depan.

Robby Permana Mannas, Direktur Dua Lighting sekaligus Co-Founder of Enlightened Bali, menekankan pencahayaan memiliki kekuatan untuk mengangkat atau justru menghancurkan sebuah proyek pengembangan. Ia berperan langsung terhadap kualitas pengalaman manusia di dalam sebuah bangunan, baik bagi pengguna ruang maupun pekerja di dalamnya. “Solusinya adalah membangun pemahaman kolektif bahwa lighting adalah investasi fundamental yang nyata, bukan pelengkap di akhir proyek,” ujarnya saat press rilis di Masa-Masa, Gianyar, Kamis (21/5/2026).

Budaya Kultural dan Kehangatan Tema PASAR Malam

PASAR Malam dipilih sebagai tema utama karena merepresentasikan sesuatu yang sangat dekat dengan budaya Asia. Tema ini menggambarkan ruang yang hidup, hangat, sosial, dan penuh emosi. Sebuah tempat di mana manusia berkumpul bukan hanya untuk melihat sesuatu, tetapi untuk merasakan sesuatu.

Bagi gerakan Enlightened Bali, pendekatan emosional itu dinilai sangat penting. Mengingat industri kreatif hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang estetika visual semata. Industri kini mulai menyoroti bagaimana ruang memengaruhi perilaku, suasana hati, hingga memori manusia.

Abdi Ahsan, Founder & Direktur Lumina Group serta Co-Founder of Enlightened Bali, menjelaskan esensi utama dari argumen ini. Enlightened Bali bukan sekadar sebuah acara. Ini adalah sebuah argumen terstruktur bahwa cahaya layak mendapatkan posisi yang berbeda dan lebih terhormat dalam proses desain. “Kami sedang membangun sebuah platform tempat argumen itu disampaikan secara gamblang di depan semua pihak yang paling menentukan arah industri masa depan,” tegasnnya.

Melalui kesadaran komersial yang dibalut kehangatan kultural ini, gerakan ini dirancang secara matang. Event ini mempertemukan para lighting designer, arsitek, interior designer, developer, operator hospitality, hingga pelaku teknologi dalam satu percakapan yang lebih relevan.

Diva Anadria, Founder & Direktur Studio Sensar sekaligus Creative Head of Enlightened Bali,, menjabarkan mengapa pendekatan PASAR Malam ini menjadi kunci strategis. “Manusia sering kali berpikir bahwa mereka membuat keputusan secara rasional, padahal industri hospitality itu sepenuhnya tentang emosi. Sebelum tamu mengingat makanan atau perabotan yang ada, they akan mengingat bagaimana ruang tersebut membuat mereka merasa. Pencahayaan menguasai sebagian besar dari pengalaman tak kasat mata itu. Melalui atmosfer PASAR Malam, kami menciptakan sebuah ekosistem tempat ide, teknologi, bisnis, dan koneksi manusia bertabrakan secara alami agar percakapan yang mengubah praktik industri ini bisa lahir dari ruang yang intim dan penuh makna,” jelas Diva lebih jauh.

Hadirkan Perspektif dan Brand Internasional

Edisi Enlightened Bali 2026 – PASAR Malam akan menghadirkan banyak pakar. Mulai dari lighting professional, arsitek, operator hospitality, dan pelaku industri kreatif. Para pakar ini didatangkan dari Inggris, Singapura, Jepang, Australia, juga berbagai negara Asia lainnya. Kehadiran mereka untuk membawa perspektif global serta studi kasus nyata ke dalam dialog bersama komunitas desain Indonesia.

Sejumlah brand internasional terkemuka telah berkomitmen penuh mendukung gerakan ini. Di antaranya seperti anchor brand mLight Illumination Engineering, bersama PROLICHT, ModuleX, CASAMBI, Helvar, WAC Lighting, DUA Lighting, dan berbagai partner lainnya.

Peluang kolaborasi saat ini masih terbuka lebar bagi berbagai pihak. Mulai dari hospitality group, developer, manufaktur, studio desain, maupun institusi kreatif. Khususnya bagi mereka yang percaya bahwa masa depan sebuah ruang tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang dibangun. Melainkan oleh apa yang dirasakan manusia di dalamnya. Because pada akhirnya, manusia tidak selalu mengingat detail sebuah ruang. Mereka mengingat suasananya. Mereka mengingat rasanya. Dan lebih sering daripada yang disadari banyak orang, rasa itu dimulai dari cahaya.

Tentang Enlightened Bali

Enlightened Bali adalah platform dan gerakan terpadu yang didedikasikan untuk menjembatani kesenjangan antara desain pencahayaan profesional dan ekosistem industri hospitality. Digagas oleh Robby Permana Mannas, Abdi Ahsan, dan Diva Anadria, platform ini menyatukan edukasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi kreatif dengan misi utama menempatkan pencahayaan sebagai elemen fundamental sejak titik nol proses arsitektur dan perencanaan bisnis.

Shares: