KLUNGKUNG, InsertBali — Memaknai peringatan Hari Kartini dengan aksi nyata, PLN UP3 Bali Timur menyalurkan bantuan sosial melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Bantuan ini diserahkan kepada 20 Muslimah Tangguh di Panti Asuhan Rumah Antara, Klungkung, pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak YBM PLN di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah pegawai Muslim PLN.
Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini menjadi pengingat penting akan peran perempuan sebagai sosok tangguh dan pilar keluarga. Beliau menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh masyarakat. Para penerima bantuan merupakan sosok luar biasa yang menjadi tulang punggung keluarga di lingkungan mereka masing-masing.
Bantuan diberikan kepada 20 perempuan yang mayoritas berstatus janda atau ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka berasal dari wilayah sekitar Klungkung, seperti Kampung Gelgel, Kampung Jawa, dan Kampung Lebah.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari serta mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak para penerima manfaat. Dukungan moril juga menjadi bagian penting dalam pemberian bantuan ini.
“Hari ini kita tidak hanya mengenang semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata. Ibu-ibu yang hadir hari ini adalah sosok luar biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan ketangguhan tersebut adalah inspirasi bagi kita semua,” ujar Imadya Nareswari dalam sambutannya. Beliau berharap bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi para ibu dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih optimis.
Rasa Syukur Penerima Manfaat dan Komitmen Sosial PLN
Salah satu penerima bantuan, Ibu Mawaddah, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh pihak PLN. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan anak-anak. Perhatian seperti ini membuat kami merasa tidak sendiri,” ungkapnya dengan nada haru.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Mariyah yang merasa program ini memberikan semangat baru bagi dirinya. Selain nilai materi, kepedulian yang ditunjukkan PLN dinilai sangat memotivasi untuk terus kuat menjalani kehidupan. Program ini menjadi wujud nyata komitmen PLN tidak hanya dalam menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi sosial bagi kelompok rentan. Penyaluran bantuan ini ditutup dengan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa depan.



















