BULELENG, InsertBali — Operasi SAR terhadap korban terseret arus di Sungai Yeh Aye, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, memasuki hari kedua pada Rabu (8/4/2026). Korban berinisial VA yang merupakan seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Ia berasal dari Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Tamblang.
Seperti diketahui, terdapat dua orang yang terseret arus saat mandi di Sungai Yeh Aye pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 17.25 Wita. Satu korban telah ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia pada hari kejadian. Sementara itu, korban lainnya yang merupakan seorang anak kecil dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim.
Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi SAR dilaksanakan. “Pencarian kemarin malam ditemukan satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 19.05 Wita. Lokasinya di pinggiran sungai dan dapat dievakuasi oleh warga,” ungkap Kadek Donny Indrawan, selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Proses Penemuan Jenazah di Pintu Air Bendungan Tamblang
Pada pagi hari tadi, sebanyak 8 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak menuju lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk melanjutkan upaya pencarian yang telah dimulai sebelumnya. Tak berselang lama, jenazah korban akhirnya ditemukan oleh masyarakat setempat dan pihak keluarga yang turut serta dalam proses pencarian tersebut.
Korban terlihat mengambang di sekitar Pintu Air Bendungan Tamblang oleh warga yang menyisir area. Lokasi penemuan ini berada dengan jarak kurang lebih 2,16 kilometer ke arah barat laut dari titik awal korban terseret arus. Jenazah kemudian berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang sudah bersiaga di lokasi.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa menuju rumah duka dengan menggunakan Rescue Car Basarnas. Upaya ini dilakukan untuk segera menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian terhadap korban yang hilang di aliran Sungai Yeh Aye.
Sinergi Tim SAR Gabungan dan Unsur Masyarakat
Selama pelaksanaan operasi SAR, upaya pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi. Tim ini terdiri dari Rescuer Pos SAR Buleleng, Pol Airud Polres Buleleng, Polsek Kubutambahan, serta Pos TNI AL Sangsit. Selain itu, Koramil 1609/02 Kubutambahan, PMI Kabupaten Buleleng, dan BPBD Buleleng juga turut terjun ke lapangan.
Dukungan juga datang dari organisasi relawan seperti Bhuana Bali Rescue dan Balawista Buleleng. Unsur pemerintahan setempat, mulai dari perangkat Desa Tamblang hingga Linmas, juga aktif membantu proses pencarian. Kehadiran keluarga korban dan masyarakat setempat di lokasi kejadian turut membantu percepatan evakuasi korban.
Sinergi yang kuat antar berbagai elemen ini memastikan seluruh tahapan operasi berjalan dengan koordinasi yang baik. Melalui kejadian ini, pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di dekat aliran sungai. Terutama saat cuaca tidak menentu yang dapat memicu perubahan arus sungai secara mendadak.



















