Pemprov Bali Gerak Cepat Tangani Banjir Bandang Buleleng, DPRD Beri Apresiasi dan Dukungan Penuh

Buleleng, Insert Bali– Lembaga legislatif di tingkat daerah hingga pusat memberikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam tangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjar pada Maret 2026. Bencana tersebut sempat menimbulkan kerusakan cukup parah, terutama pada infrastruktur dasar dan sarana ekonomi masyarakat. Namun, langkah sigap Pemprov Bali dinilai mampu mempercepat proses penanganan dan pemulihan di lapangan.

Pemprov Bali Salurkan Dana Rp1,26 Miliar

Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana sekitar Rp1,26 miliar dari pos Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan pascabencana. Bantuan ini difokuskan pada perbaikan rumah warga terdampak, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, serta pemulihan infrastruktur vital.

Salah satu prioritas utama adalah perbaikan jaringan air bersih yang sempat terganggu di sejumlah desa, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

DPRD Bali Kawal Pemulihan Hingga Tuntas

Dukungan juga datang dari DPRD Bali yang menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemulihan hingga selesai. Anggota DPRD Bali, Nyoman Supartha, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan agar seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran. Selain itu, DPRD mendorong agar infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

BPBD dan Relawan Bergerak Cepat

Sinergi antarinstansi juga terlihat dalam penanganan bencana ini. BPBD se-Bali bersama relawan dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material banjir. Langkah gotong royong ini menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga terdampak.

Dorong Evaluasi Tata Ruang dan Drainase

Selain penanganan darurat, DPRD Bali juga mendorong adanya evaluasi jangka panjang. Hal ini mencakup penataan ulang tata ruang serta perbaikan sistem drainase guna mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.

Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Buleleng menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Infrastruktur dan Ekonomi Warga Terdampak

Banjir bandang di wilayah Kabupaten Buleleng dilaporkan merusak akses air bersih di sedikitnya 12 desa. Selain itu, sejumlah sarana ekonomi masyarakat ikut terdampak, menghambat aktivitas warga. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan legislatif, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan optimal dan masyarakat segera bangkit dari dampak bencana.

Gubernur Bali Wayan Koster Lepas Jalan Sehat HUT ke-52 PPNI di Klungkung, Tekankan Peran Penting Perawat

Shares: