The Last Echoes Menggema di Bambu Indah Menjelang Nyepi

Sekitar 200 tamu dari berbagai negara berkumpul di Bambu Indah, Ubud, Gianyar, Bali, dalam acara bertajuk The Last Echoes

GIANYAR, Insertbali – Sekitar 200 tamu dari berbagai negara berkumpul di Bambu Indah, Ubud, Gianyar, Bali, dalam acara bertajuk The Last Echoes, sebuah pertemuan intim yang menghadirkan relaksasi, musik, dan refleksi menjelang Hari Suci Nyepi di Bali, 7 Maret 2026.

Nyepi, yang menandai Tahun Baru Saka, adalah salah satu tradisi spiritual paling penting di Bali. Selama 24 jam, seluruh pulau berhenti sepenuhnya—tanpa perjalanan, tanpa cahaya, tanpa hiburan—menciptakan ruang kolektif untuk introspeksi dan pembaruan diri. “The Last Echoes berlangsung pada malam sebelum keheningan ini, memberikan kesempatan bagi tamu untuk sepenuhnya hadir dan menghayati malam terakhir sebelum Bali memasuki kesunyian,” kata Citra Suriah, Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm.

Acara berlangsung di Bambu Indah, resor yang dikenal karena keramahan yang tenang, desain yang menyatu dengan alam, dan pendekatan keberlanjutan yang matang. Didirikan oleh John dan Cynthia Hardy, properti ini memadukan rumah antik Jawa dengan arsitektur bambu inovatif serta kolam alami yang menyatu dengan lanskap lembah sungai. Selama bertahun-tahun, Bambu Indah telah diakui secara internasional oleh BBC Travel, Condé Nast Traveler, Travel + Leisure, Tatler, Vogue, National Geographic, dan Architectural Digest karena pendekatannya yang harmonis terhadap desain, budaya, dan keberlanjutan.

Tamu mulai berdatangan sejak sore, menikmati suasana alami dan fasilitas resor. Dari sauna, ice bath, copper hot tub, hingga kolam mata air alami, setiap elemen disiapkan untuk menciptakan pengalaman tenang dan intim. Sajian kuliner ringan dan minuman tersedia di seluruh area, sementara lanskap suara ambient mendukung keheningan dan refleksi pribadi.

Malam berlanjut dengan rangkaian pertunjukan musik. Pembukaan dibawakan oleh Agustian, multi-instrumentalis dari Sumatra, yang menenun suara meditatif menggunakan instrumen tradisional dan chant. Selanjutnya, kolaborasi Sophie Sofree dan Raio menghadirkan kombinasi elektronik dan live instrumentation yang lembut, membentuk ritme kolektif bagi tamu untuk hadir sepenuhnya. “Penutup malam diisi oleh Onanya, yang memadukan pengaruh Afrika dan Timur Tengah, membimbing para tamu melalui perjalanan musikal yang intim dan mendalam,” kata Citra Suriah

Sebagai klimaks, para tamu dipandu menuju area Island di Bambu Indah untuk mengikuti upacara api terakhir yang dipimpin oleh Anna Maria, menandai transisi lembut menuju Nyepi. Suasana malam yang damai, musik, dan refleksi menciptakan pengalaman bermakna yang menghubungkan para tamu dari seluruh dunia dalam komunitas yang tenang dan intim.

Saat malam berakhir, para tamu meninggalkan Bambu Indah membawa resonansi lembut dari The Last Echoes, bersiap memasuki keheningan sakral Nyepi yang menyelimuti seluruh pulau.
Untuk informasi lebih lanjut tentang, silakan kunjungi website: Bambu Indah

TENTANG BAMBU INDAH

Bambu Indah Resort – Laboratorium Hidup & Hotel Artisanal Hardy di Bali

Tersembunyi di lembah Sayan, Ubud, Bambu Indah adalah tempat di mana waktu terasa melambat dan alam menjadi pusat pengalaman. Didirikan pada tahun 2005 oleh John Hardy, desainer perhiasan ternama, dan istrinya Cynthia Hardy, resor ini bermula dari sebelas rumah pengantin antik Jawa yang dikumpulkan selama perjalanan mereka. Terletak di tebing hutan dengan pemandangan sawah, rumah-rumah ini awalnya digunakan sebagai ruang berkumpul bagi teman sebelum dibuka untuk para wisatawan dari seluruh dunia.

Seiring waktu, Bambu Indah berkembang dengan hati-hati, membentang hingga sungai dengan struktur bambu menakjubkan yang seolah tumbuh alami dari lanskap. Setiap bangunan memiliki kisahnya sendiri dan menampilkan visi unik Hardy dalam desain, menggabungkan tradisi dan kerajinan dengan penghormatan mendalam terhadap lingkungan sekitar. Saat ini, Bambu Indah lebih dari sekadar tempat menginap—resor ini adalah laboratorium hidup di mana setiap sudut mengundang refleksi, setiap hidangan menyehatkan tubuh dan jiwa, dan setiap pengalaman mengajak tamu menapaki visi baru tentang kehidupan regeneratif.

Terletak di tebing hutan Ubud, Bambu Indah menawarkan perpaduan pesona antik dan arsitektur bambu yang penuh perhitungan. Menghadap sawah hijau, resor dikelilingi oleh pohon asam, kayu manis, palem, dan bayan, mengalir hingga sungai dengan kolam mata air alami. Di seberang sungai terdapat sauna kayu, hot tub tembaga untuk delapan orang, dan dua kolam rendam dingin khusus yang diukir di batu dengan kristal kuarsa. Setiap sudut lanskap ini mengundang tamu untuk berhenti, bernapas, dan terhubung dengan alam.

Penawaran Unik:

Elevator Sunset Bar:
Dibuka pukul 08.00 – 22.00, menawarkan pemandangan menakjubkan, dirancang oleh Chiara Hardy dan dikembangkan oleh Elora Hardy (Ibuku).
River Warung:
Sarapan (07.30 – 10.30), termasuk makan siang dengan day pass (10.00 – 21.00), dan makan malam (17.00 – 22.00).
Rumah-Rumah Artisanal:

Bambu Indah menawarkan 24 hunian yang dirancang dengan cermat, masing-masing mengundang tamu bersantai dengan kenyamanan dan gaya artisanal unik. Setiap detail mencerminkan komitmen Hardy terhadap kehidupan yang penuh perhatian dan hubungan mendalam dengan alam.

Setiap koleksi Rumah Bambu dan Jati memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya, New Moon House, dengan siluet mata paus yang memukau dari tembaga, kuningan, dan bambu, menjadi contoh seni arsitektur yang memikat.

Daya Tarik Global:

Tamu dari seluruh dunia tertarik pada visi artisanal dan regeneratif Bambu Indah, tempat di mana desain yang cermat dan siklus alami memandu setiap detail. Para tamu diajak menapaki impian bersama John dan Cynthia Hardy, merasakan cara hidup yang menghormati bumi dan menekankan ritme hidup yang lebih lambat dan penuh kesadaran.

Shares: