GIANYAR, InsertBali — Seorang peselancar warga negara Rusia berinisial I (64) berhasil diselamatkan nelayan. Ia sempat terombang-ambing di laut selama hampir 20 jam akibat terseret arus saat berselancar di Bali. Pria tersebut ditemukan pada Jumat (6/3/2026) pagi di perairan Pantai Lebih, Gianyar. Saat ditemukan, kondisinya sudah sangat lemas namun masih bertahan di dekat papan selancarnya.
Yang bersangkutan pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang melaut. Nelayan tersebut awalnya melihat papan selancar mengapung di tengah laut dan berniat mengambilnya. Namun, saat didekati, ia menyadari ada seseorang yang masih bertahan di dekat papan tersebut.
Nelayan kemudian segera mengevakuasi korban ke atas perahunya untuk menyelamatkan korban. Nelayan yang menemukan korban, I Putu Agus Putra Yohana, mengatakan awalnya ia tidak menyangka papan selancar tersebut masih terhubung dengan seorang peselancar.
Kronologi Penemuan dan Evakuasi Korban di Tengah Laut
Menurut penuturannya, korban ditemukan sekitar lima kilometer dari Pantai Lebih. “Saya kira awalnya hanya papan selancar yang hanyut. Tapi saat didekati ternyata ada orangnya. Langsung saya bantu angkat ke perahu dan menghubungi teman-teman nelayan serta petugas untuk membantu saat proses pendaratan,” ujarnya.
Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus saat sedang berselancar di perairan Nusa Dua, Badung, pada Kamis siang (5/3/2026). Arus laut yang kuat diduga membuat korban terbawa hingga jauh dari lokasi awal berselancar.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi. Hal ini dilakukan setelah menerima informasi dari nelayan yang menemukan korban. “Korban ditemukan dalam kondisi terapung di tengah laut oleh nelayan yang sedang melaut. Setelah mendapat laporan, anggota Satpolairud segera menuju perairan Pantai Lebih untuk memberikan pertolongan,” kata Budarasa.
Setelah berhasil diselamatkan, korban kemudian dievakuasi ke Pantai Lebih. Pada Jumat siang, keluarga korban bersama pihak hotel tempat korban menginap serta petugas Basarnas Bali datang ke lokasi untuk menjemput korban. Selanjutnya, korban dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.



















