UBUD, InsertBali — Sebuah bangunan Bale Gong di Pura Desa Lan Puseh, Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Kecamatan Ubud dilaporkan roboh. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di tengah kondisi cuaca yang ekstrem.
Kerusakan bangunan baru diketahui oleh warga pada Kamis pagi (5/3/2026) sekitar pukul 07.30 WITA. Bangunan Bale Gong yang memiliki ukuran kurang lebih 9 x 4,5 meter tersebut ambruk diduga akibat terjangan angin kencang yang disertai hujan deras.
Kapolsek Ubud, KOMPOL I Wayan Putra Antara, S.Pd., MH, membenarkan adanya musibah tersebut. Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung dikerahkan untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pengecekan di lapangan dan keterangan saksi, bangunan Bale Gong roboh akibat angin kencang yang disertai hujan serta kondisi pondasi yang sudah rapuh karena bangunan lama,” ujar KOMPOL I Wayan Putra Antara.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil yang dialami pengempon pura diperkirakan mencapai kurang lebih Rp300 juta. Kejadian ini juga dipastikan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pihak Kepolisian Sektor Ubud telah mencatat identitas saksi, yakni I Wayan Eka Putra (43), warga setempat yang pertama kali melihat kondisi bangunan. Kapolsek Ubud mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang belakangan ini kerap terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi bangunan, terutama bangunan lama, guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Terkait proses pembersihan reruntuhan material di Pura Desa Lan Puseh tersebut, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan pengempon pura. Pelaksanaan pembersihan masih menunggu penentuan hari baik atau tanggal pelaksanaan upacara adat yang ditetapkan oleh pihak pura.


















