GIANYAR, InsertBali — Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gianyar saat ini dilaporkan tengah berada di Timur Tengah. Keduanya diketahui bekerja di kawasan Kuwait dan diberangkatkan melalui perusahaan penyalur PT Alqurny.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terbaru kedua tenaga kerja tersebut. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar menyatakan akan terus memantau perkembangan informasi. Pihaknya menunggu kabar dari pemerintah pusat maupun perwakilan RI di luar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan resmi. Informasi tersebut diharapkan segera turun dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun BP3MI.
“Kami sudah menerima informasi awal terkait dua PMI tersebut, mereka berada di Kuwait. Namun untuk detail kondisi dan langkah tindak lanjut, kami masih menunggu informasi resmi dari BP2MI dan BP3MI,” ujar Gede Suardana Putra, Rabu (4/3/2026).
Beliau menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak terkait terus berjalan intensif. Hal ini dilakukan guna memastikan aspek perlindungan dan keselamatan para pekerja selama berada di negara penempatan.
Sebagai langkah antisipasi, Disnaker Gianyar telah meneruskan imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Informasi tersebut disebarluaskan melalui media sosial resmi Disnaker agar cepat diterima oleh masyarakat.
Imbauan tersebut mengajak para PMI untuk tetap menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI. Para pekerja juga diminta segera melapor apabila menghadapi kendala di negara tempat mereka bekerja.
Kadisnaker kembali mengingatkan masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri agar selalu mengikuti prosedur resmi. Calon pekerja harus memastikan perusahaan penyalur memiliki izin resmi dan terdaftar pada instansi berwenang. Hal ini sangat penting agar hak serta keselamatan pekerja tetap terjamin selama di luar negeri.
“Kami juga sudah menyebarkan imbauan dari KBRI melalui media sosial Disnaker agar informasi cepat diterima masyarakat. Begitu ada keterangan resmi dari BP2MI atau BP3MI, akan segera kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.



















