BULELENG, InsertBali— Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan shortcut di Bali Utara telah memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Buleleng. Infrastruktur tersebut kini menjadi jalur utama kendaraan dari Jawa dan Kabupaten Jembrana menuju Bali bagian utara.
Menurut Koster, peningkatan arus kendaraan tersebut secara langsung mendorong kunjungan wisatawan. Memperpanjang lama tinggal wisata, serta menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.“Sekarang arus kendaraan dari Jawa dan Jembrana banyak lewat shortcut. Dampaknya luar biasa bagi ekonomi Bali Utara. Bahkan masyarakat Buleleng menyebutnya seperti jalan tol, dan responsnya sangat positif,” ujar Koster.
Shortcut Jadi Penopang Masa Depan Ekonomi Bali Utara
Gubernur Bali menekankan bahwa keberadaan shortcut bukan sekadar proyek infrastruktur. Melainkan penopang masa depan ekonomi Bali Utara. Akses yang lebih cepat dan nyaman dinilai mampu membuka isolasi wilayah, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan UMKM di Buleleng.
Oleh karena itu, Koster mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan agar bekerja secara profesional, mengutamakan kualitas konstruksi, dan memastikan proyek selesai tepat waktu.“Shortcut ini menyangkut masa depan ekonomi Bali Utara. Jadi kualitas harus nomor satu dan tidak boleh main-main,” tegasnya.
Bus Listrik Singaraja–Denpasar Segera Beroperasi
Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan layanan transportasi bus listrik rute Singaraja–Denpasar. Program ini ditujukan untuk mendukung mobilitas pekerja, khususnya pegawai asal Singaraja yang selama ini harus tinggal kos di Denpasar.
Dengan adanya bus listrik, masyarakat diharapkan dapat berangkat dan pulang kerja setiap hari dengan biaya yang lebih terjangkau.“Kita siapkan bus listrik dengan tarif murah. Jadi pegawai dari Singaraja tidak perlu lagi kos di Denpasar,” ujar Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.
Transportasi Ramah Lingkungan dan Berkeadilan
Pengoperasian bus listrik ini juga sejalan dengan visi pembangunan Bali yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain mengurangi emisi karbon, kebijakan ini dinilai mampu menciptakan keadilan akses transportasi bagi masyarakat Bali Utara.
Pemprov Bali berharap integrasi shortcut dan transportasi publik modern dapat mempercepat pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara.
Gubernur Koster Nikmati Bully di Media Sosial, Anggap Kritik Jadi Penyemangat Kerja



















