ULTIMATE-SDGs 2026: FH Universitas Udayana Dorong Peran Hukum dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Pencapaian SDGs

ULTIMATE-SDGs 2026: FH Universitas Udayana Dorong Peran Hukum dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Pencapaian SDGs

DENPASAR, InsertBali Fakultas Hukum Universitas Udayana menyelenggarakan ULTIMATE-SDGs 2026. Acara merupakan sebuah forum internasional yang mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, praktisi, serta mitra pembangunan. Pertemuan bertujuan membahas peran hukum dalam mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Mengusung isu utama mengenai bagaimana hukum dapat secara nyata mendukung pariwisata berkelanjutan. ULTIMATE-SDGs 2026 menempatkan hukum tidak hanya sebagai seperangkat aturan teknis. Hukum ditempatkan sebagai kerangka yang dapat membangun keadilan, memperkuat ketahanan, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dalam ekosistem pariwisata.

Pelaksanaan Forum Internasional Dan Jajaran Narasumber Lintas Negara

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Udayana pada Sabtu (1/8/2026). Acara bertempat di Kertasabha Convention Hall, Bali.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. I Gusti Agung Mas Rwa Jayantiari, SH., M.Kn. Acara menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam maupun luar negeri.

Narasumber yakni Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. dengan materi “SDGs Global Law and Policy Framework”. Hadir Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D. dengan materi “Tri Hita Karana and the SDGs: Bali’s Living Contribution to Global Sustainability”.

Narasumber luar negeri yakni Assoc. Prof. Dr. Noor Dzuhaidah Osman dari Faculty of Law, Universiti Sains Islam Malaysia dengan materi “Ultimate SDGs 2026”. Terdapat pula Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. (Anggota DPD RI) yang menyampaikan materi melalui video. Video membahas tentang moderasi keunggulan komparatif menuju pariwisata inklusif (regeneratif-berkelanjutan).

Baca Juga:   Gubernur Koster Dukung PKKMB Universitas Udayana 2026, Siap Jadi Keynote Speaker Bahas Kepemimpinan di Hadapan 7.000 Mahasiswa Baru

Forum internasional ini menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan. Ruang berguna untuk bertukar gagasan dan pengalaman mengenai tantangan serta peluang dalam menciptakan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.

Pariwisata memiliki potensi besar dalam membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Pariwisata juga memperkuat hubungan dan pemahaman budaya antarnegara.

Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, perkembangan pariwisata juga dapat memperbesar kesenjangan sosial. Dampak dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem yang rentan, serta mengancam keberlangsungan komunitas lokal. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya desain regulasi, tata kelola yang akuntabel, dan kebijakan yang berorientasi pada masyarakat.

Prioritas Pembangunan Berkelanjutan Dan Kerangka Dialog Lintas Disiplin

Melalui ULTIMATE-SDGs 2026, pembahasan akan diarahkan pada sejumlah prioritas pembangunan berkelanjutan. Pembahasan khususnya pada pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, dan pekerjaan layak. Fokus juga mencakup konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan global.

Para peserta juga didorong untuk menghadirkan perspektif yang tidak berhenti pada tataran teori. Peserta diminta mampu menunjukkan bagaimana gagasan hukum dapat diterapkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, destinasi wisata, maupun institusi publik.

Selain itu, forum ini membuka ruang bagi dialog lintas disiplin. Dialog terutama melihat keterkaitan antara hukum, teknologi, transformasi digital, serta perubahan karakter pekerjaan di sektor pariwisata. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata dan tantangan pembangunan di masa depan.

Pelaksanaan konferensi di Bali juga memberikan konteks yang strategis. Sebagai salah satu destinasi pariwisata yang dikenal secara global, Bali menjadi ruang nyata. Ruang berguna untuk melihat secara langsung hubungan antara pertumbuhan pariwisata, keberlanjutan lingkungan, kepentingan masyarakat lokal, dan kebutuhan akan tata kelola yang efektif.

ULTIMATE-SDGs 2026 dilaksanakan melalui forum akademik dan dialog multipihak. Dialog melibatkan universitas, pemerintah, pelaku industri, masyarakat sipil, serta mitra pembangunan. Melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, konferensi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi. Konferensi diharapkan menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang dapat memberikan dampak berkelanjutan setelah konferensi berakhir.

Lebih dari sekadar forum akademik, ULTIMATE-SDGs 2026 menjadi wadah untuk menghubungkan gagasan dengan aksi dan kemitraan menuju perubahan yang terukur. Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Udayana menegaskan pentingnya peran hukum dan kolaborasi lintas sektor. Langkah bertujuan membangun masa depan pariwisata yang tidak hanya berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga adil, inklusif, dan berkelanjutan secara lingkungan.

Baca Juga:   Kunjungi Politeknik Elbajo Commodus, Wagub Cok Ace Paparkan Tiga Sektor Penopang Perekonomian Bali

Tujuan Internasional Dan Apresiasi Peserta Mancanegara

Ketua Panitia yang juga Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Hukum (S-3) Fakultas Hukum Universitas Udayana, Prof. I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D., memberikan penjelasan. Ia menjelaskan pentingnya keterkaitan antara sektor hukum, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan.

ULTIMATE sendiri merupakan singkatan dari Udayana Law and Tourism Impact for SDGs. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai konferensi internasional sekaligus call for paper untuk membahas isu-isu strategis seputar hukum kepariwisataan.

“Tujuan utama pelaksanaan konferensi internasional ini adalah menyediakan wadah berdiskusi tingkat internasional bagi para peneliti, dosen, praktisi, hingga mahasiswa. Di sini, mereka dapat berbagi ide dan gagasan yang berkaitan dengan hukum kepariwisataan serta pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pencapaian target SDGs,” kata Prof. Ngurah Parikesit.

SDGs telah menjadi visi pembangunan global. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari Universitas Udayana, khususnya Fakultas Hukum.

“Harapannya, melalui kegiatan ini Fakultas Hukum Unud dapat berkontribusi dalam menganalisis dan memformulasikan produk hukum yang tidak hanya bagus secara regulasi, tetapi juga berorientasi pada implementasi yang selaras dengan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Prof. Ngurah Parikesit.

Partisipasi Lintas Negara Dan Tanggapan Peserta Internasional

Dr. I Gusti Agung Mas Rwa Jayantiari, S.H., M.Kn., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Udayana, memberikan pernyataan. Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keilmuan, kemudian kerja sama, dan sharingkeilmuan di bidang ULTIMATE-SDGs. Program menjadi salah satu program unggulan melalui seminar dan kegiatan lainnya untuk meningkatkan keilmuan bersama.

“Ini anggotanya dilaksanakan oleh enam negara, jadi akan mempresentasikan berbagai macam pemikiran dalam bidang tourism, kemudian hukum, dan juga peningkatan SDGs,” ujarnya.

Fareed Mohd Hassan, peserta dari Malaysia, datang ke Universitas Udayana. Ia hadir untuk menghadiri konferensi internasional yang diisi dengan berbagai pemaparan dari berbagai negara.

“Jadi, ini adalah satu inisiatif terbaik dari pihak universitas yang telah mengundang para cendekiawan dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu internasional yang melibatkan isu-isu SDGs yang telah diutarakan oleh pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saya rasa program ini seharusnya diteruskan di masa mendatang dan insyaallah saya akan memberikan dukungan kepada program-program selanjutnya,” ujarnya.

Shares: