DENPASAR, Insert Bali — Tren properti Bali pada tahun 2026 diproyeksikan akan semakin mengarah pada konsep berkelanjutan (eco-friendly), integrasi alam dan modernitas, serta pemanfaatan teknologi pintar (smart home/villa). Arah ini didorong oleh pertumbuhan pariwisata yang konsisten, meningkatnya jumlah pekerja jarak jauh (digital nomad), serta minat investasi asing yang terus menguat.
Selain properti premium, pasar juga menunjukkan peningkatan signifikan pada hunian terjangkau (affordable housing) dan kawasan terpadu, seiring kebutuhan tempat tinggal jangka panjang bagi tenaga kerja dan masyarakat lokal.
Desain Properti: Fusi Alam, Modern, dan Teknologi
Konsep desain menjadi salah satu faktor utama daya tarik properti Bali di tahun 2026. Pengembang semakin mengedepankan pendekatan yang selaras dengan karakter alam Pulau Dewata.
Tren desain dan hunian utama meliputi:
Ramah Lingkungan: Penggunaan material berkelanjutan, efisiensi energi, pengelolaan air, dan ruang hijau menjadi standar baru.
Minimalis Modern & Fusi Alam: Desain villa modern yang menyatu dengan lanskap tropis Bali, menghadirkan konsep indoor–outdoor living yang nyaman.
Teknologi Pintar (Smart Home/Villa): Integrasi sistem otomatis untuk keamanan, pencahayaan, dan efisiensi energi.
Hunian Terjangkau & Township: Permintaan meningkat terhadap perumahan harga terjangkau dan kawasan terpadu (township).
Transit Oriented Development (TOD): Properti di sekitar infrastruktur dan transportasi massal menjadi incaran investor.
Peluang Investasi Properti Bali 2026
Sejumlah kawasan di Bali diprediksi tetap menawarkan hasil sewa (rental yield) yang kompetitif, terutama di lokasi dengan daya tarik wisata dan komunitas ekspatriat yang kuat.
Prediksi rental yield 2026:
Canggu & Berawa: 10–15 persen
Uluwatu: 12–17 persen
Ubud: 8–12 persen
Pererenan & Seseh: 10–14 persen
Selain itu, villa mewah dengan desain minimalis modern dan fasilitas canggih masih diminati, terutama oleh investor asing dan segmen high-end market.
Villa Cerdas dan Berkelanjutan Jadi Primadona
Properti yang menggabungkan konsep hijau dan teknologi pintar diprediksi menjadi primadona pasar. Villa cerdas dan berkelanjutan tidak hanya menarik bagi pembeli akhir, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional dan daya saing sewa.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Properti Bali
Beberapa faktor utama yang menopang tren positif properti Bali pada 2026 antara lain:
Pertumbuhan pariwisata yang stabil pascapandemi
Meningkatnya populasi digital nomad dan ekspatriat
Kenaikan investasi asing di sektor properti dan pariwisata
Pembangunan infrastruktur yang meningkatkan aksesibilitas
Regulasi dan insentif pemerintah yang lebih adaptif
Kawasan Paling Menarik untuk Investasi
Selain kawasan utama seperti Canggu, Berawa, Uluwatu, dan Ubud, investor mulai melirik wilayah berkembang dengan harga lahan yang masih kompetitif, seperti Nyanyi (Tabanan). Kawasan ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang seiring pembangunan infrastruktur dan ekspansi kawasan wisata. Tren properti Bali 2026 menunjukkan pergeseran menuju pasar yang lebih matang, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Fokus pada lokasi strategis, desain ramah lingkungan, serta pengelolaan profesional menjadikan properti Bali tetap menarik, baik sebagai instrumen investasi maupun pilihan gaya hidup berkualitas.



















