GIANYAR, InsertBali – Tiga petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Kabupaten Gianyar 2026. Berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count), ketiganya tumbang. Ketiganya kalah bersaing dengan para penantang baru.
Penantang baru di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, dan Desa Serongga, Kecamatan Gianyar. Dari tiga desa tersebut, persaingan paling ketat terjadi di Desa Pejeng, Persaingan dengan selisih hanya enam suara.
Sementara di Desa Peliatan dan Serongga, pemenang mampu unggul dengan selisih suara yang cukup jauh.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar, I Gede Daging saat dikonfirmasi, Rabu (23/9), menyebutkan rinciannya. Ia menyebutkan tiga petahana yang gagal mempertahankan kursi perbekel.
Masing-masing Wayan Sukarsa di Desa Pejeng, Made Dwi Sutaryantha di Desa Peliatan, dan Nyoman Gde Triyasa di Desa Serongga. Pilkel Desa Pejeng menghadirkan persaingan yang berlangsung sangat ketat hingga akhir proses penghitungan suara.
Pilkel yang diikuti tiga kandidat ini mencatat 3.821 suara sah dari enam banjar.
Calon nomor urut 3, Tjokorda Gde Risma Wardana Pemayun, akhirnya keluar sebagai pemenang. Ia meraih raihan 1.441 suara. Namun kemenangan tersebut diraih dengan selisih yang sangat tipis.
Calon nomor urut 1, Made Kamardiyana, terus membayangi hingga penghitungan terakhir. Ia mengumpulkan 1.435 suara. “Selisih keduanya hanya enam suara,” ujar Daging.
Jarak yang sangat tipis itu menjadikan Pilkel Desa Pejeng sebagai salah satu kontestasi paling sengit dalam Pilkel Serentak Gianyar 2026.
Sementara petahana Wayan Sukarsa yang maju sebagai calon nomor urut 2 memperoleh 945 suara. Ia berada di posisi ketiga.
Hasil Penghitungan Suara Di Desa Peliatan Dan Desa Serongga
Sementara itu, Pilkel Desa Peliatan diikuti dua kandidat dengan total 5.014 suara sah yang masuk dari 10 banjar.
Hasil penghitungan menunjukkan Cokorda Gde Agusnawa berhasil meraih 3.330 suara. Sedangkan petahana Made Dwi Sutaryantha memperoleh 1.684 suara.
Di Desa Serongga, persaingan juga berlangsung antara dua kandidat. Dari total 2.894 suara sah yang masuk dari empat banjar, Anak Agung Ngurah Alit Windara meraih hasil positif. Ia berhasil meraih 1.875 suara.
Sementara petahana Nyoman Gde Triyasa mengumpulkan 1.019 suara. “Pelaksanaan Pilkel serentak berlangsung aman dan kondusif,” ujar Daging.



















