Tari Piring Badencak Persembahan PKMS Bali Semarakkan Aksi Donor Darah Rumah Kebangsaan di Car Free Day Renon

Tari Piring Badencak Persembahan PKMS Bali Semarakkan Aksi Donor Darah Rumah Kebangsaan di Car Free Day Renon

DENPASAR, InsertBali – Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate sukses menghadirkan semangat kebudayaan nusantara di area Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar.

Di tengah kegiatan donor darah yang dilaksanakan, ada penampilan seni budaya Minangkabau yang hadir. Hadir untuk menyapa masyarakat Bali pada Minggu (4/10/2026) pagi. Penampilan seni itu melalui pertunjukan Tari Piring Badencak. Tarian ini dipersembahkan oleh Perkumpulan Keluarga Minang Sakato (PKMS) Bali—yang sebelumnya dikenal sebagai IKMS Bali.

Penampilan para remaja yang tergabung dalam Bidang Seni Budaya PKMS Bali di bawah asuhan Nofrinal, S.ST dan dibina langsung oleh Ketua Umum PKMS Bali, Bapak Tarmizi, sukses memukau ratusan pengunjung CFD pagi ini. Gerakan tari yang lincah, dinamis, serta dentingan piring di jemari para penari menyedot perhatian. Juga memperoleh apresiasi hangat dari warga setempat maupun wisatawan yang berolahraga.

Pertunjukan tarian khas Nusantara ini digelar dalam rangka memenuhi undangan dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate pimpinan Bapak Ketut Udi Prayudi, SE, SH, MH.

Melalui ajang yang menghadirkan pagelaran seni dan budaya dari pelbagai daerah di Indonesia ini, nilai-nilai persatuan dan Kebhinekaan Tanpa Batas terajut dengan begitu indah di Pulau Dewata.

Kehadiran kebudayaan Minang di tengah-tengah ruang publik Bali menjadi bukti nyata. Bukti bahwa perbedaan ragam seni, tradisi, dan suku bukanlah sekat pemisah. Melainkan kekayaan bangsa yang saling melengkapi.

Semangat persaudaraan dan toleransi yang terpancar dari senyum para penari serta tepuk tangan penonton. Menegaskan bahwa Bali senantiasa menjadi rumah yang ramah, damai, dan inklusif bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Melalui panggung kebudayaan seperti ini, pesan perdamaian, keharmonisan, dan kerukunan antarumat serta antarsuku terus terawat dengan kokoh. Demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Shares: