Solusi Sampah Jadi Listrik di Bali: Gubernur Koster Teken MoU PSEL, Target Operasi 2028

Bali Dorong Solusi Sampah Jadi Energi Listrik

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Bali terus mempercepat solusi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Gubernur Bali, Wayan Koster, resmi menandatangani kerja sama strategis bersama pemerintah pusat di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di Bali.

PSEL Ditargetkan Beroperasi Tahun 2028

Proyek PSEL dirancang untuk mengolah sampah dari kawasan Denpasar Raya dan Kabupaten Badung. Infrastruktur ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Dengan teknologi modern, fasilitas ini diharapkan mampu mengubah sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan, sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan.

Pengelolaan Sampah Diperketat dari Sumber

Selama masa transisi menuju operasional PSEL, pemerintah akan memperketat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemilahan sampah menjadi langkah utama yang wajib diterapkan masyarakat. Sampah organik akan dikelola secara mandiri, sementara sampah anorganik dan residu berkualitas saja yang akan dibawa ke TPA Suwung.

Mulai 31 Juli 2026, TPA Suwung akan kembali ditutup untuk pembuangan sampah organik, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

Infrastruktur Pendukung Sudah Disiapkan

Saat ini, Bali telah memiliki sejumlah fasilitas pengelolaan sampah sebagai pendukung, di antaranya:

  • 4 TPST di Denpasar (Kertalangu, Tahura I, Tahura II, dan Padangsambian)
  • 23 TPS3R yang tersebar di wilayah Badung dan Denpasar

Fasilitas ini akan menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah terpadu menuju PSEL.

TPA Suwung Akan Disulap Jadi Ruang Hijau

Tidak hanya mengurangi beban sampah, pemerintah juga merencanakan pemanfaatan kawasan TPA Suwung di masa depan.

Secara bertahap, tumpukan sampah yang ada akan diolah menjadi energi listrik. Setelah itu, kawasan tersebut ditargetkan berubah menjadi ruang terbuka hijau atau taman kota yang bermanfaat bagi masyarakat.

Target Pengurangan Sampah Hingga 90 Persen

Dengan hadirnya PSEL, pemerintah optimistis volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang drastis hingga 70–90 persen. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berbasis energi terbarukan di Bali.

Komitmen Bali Menuju Lingkungan Bersih

Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi bukti komitmen kuat dalam mengatasi permasalahan lingkungan melalui inovasi teknologi. PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi dan menjaga kelestarian lingkungan Bali.

Bali Spirit Festival 2026 Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Shares: