Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar saat menanam bibit pohon dalam aksi pelestarian alam di Pura Dalem Buungan.

BANGLI, InsertBali — Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) menggelar kegiatan penanaman pohon pada Rabu (13/5/2026). Aksi pelestarian alam ini dipusatkan di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Bangli ke-822. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu, aksi ini bertujuan untuk menekan risiko bencana alam di wilayah rawan longsor.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bersama Ketua FPRB Bangli, I Wayan Wiwin. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Susut, BPBD, jajaran Polsek dan Danramil Susut, hingga tokoh adat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga ekosistem Bangli.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut. Jenis tanaman yang dipilih cukup beragam, mulai dari tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang. Selain itu, ditanam pula pohon buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Lokasi Pura Dalem Buungan dipilih karena berdekatan dengan aliran sungai dan masuk kategori wilayah rawan bencana.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi,” ujar I Wayan Wiwin. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Bangli dalam berbagai program pengurangan risiko bencana ke sekolah-sekolah. Menurutnya, prioritas utama program ini adalah wilayah yang memiliki aliran sungai untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Fungsi Ekosistem untuk Pengendali Iklim

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi nyata yang dilakukan FPRB. Beliau menegaskan bahwa reboisasi ini bukan sekadar menambah jumlah pepohonan. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh bagi masyarakat. Dengan ekosistem yang terjaga, ketersediaan air bersih akan lebih terjamin bagi warga sekitar.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang,” jelas Diar. Beliau berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi organisasi pemuda dan seluruh warga Bangli agar lebih mencintai lingkungan.

Penanaman pohon ini merupakan rangkaian utama HUT Bangli yang menekankan bahwa pelestarian alam adalah fondasi kesejahteraan masyarakat.

Shares: