DENPASAR — Puncak Karya Pelebon almarhumah I Gusti Ayu Badri, istri mendiang mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, berlangsung khidmat pada Minggu (13/9/2026).
Rangkaian upacara penghormatan terakhir tersebut dihadiri keluarga, kerabat, masyarakat, serta sejumlah tokoh. Wali Kota Denpasar Jaya Negara turut hadir mengiringi prosesi pelebon di Setra Adat Tanjung Bungkak, Denpasar.
I Gusti Ayu Badri berpulang pada Sabtu (5/9/2026) di Rumah Sakit Bali Royal (BROS) Denpasar. Almarhumah meninggal dunia dalam usia 97 tahun.
Almarhumah merupakan istri Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali periode 1978–1988. Ia juga merupakan ibu kandung anggota DPD RI perwakilan Bali sekaligus mantan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra.
Pendamping Setia Prof. IB Mantra
Semasa hidup, I Gusti Ayu Badri dikenal sebagai sosok ibu yang bersahaja.
Ia juga dikenal sebagai pendamping setia Prof. IB Mantra dalam perjalanan pengabdian dan pembangunan kebudayaan Bali.
Almarhumah meninggalkan lima orang anak, 14 cucu, serta cicit.
Kepergian I Gusti Ayu Badri menjadi duka bagi keluarga besar dan kerabat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok ibu serta pendamping keluarga.
Tingkat Upacara Disamakan dengan Pelebon Prof. IB Mantra
Puncak Karya Pelebon dilaksanakan menggunakan tingkat upacara Munggah Tumpang Salu Ngewangun.
Dalam prosesi tersebut, jenazah diusung menggunakan Bade Padma dan Lembu.
Tingkat upacara tersebut dibuat sama dengan upacara pelebon mendiang Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kesamaan tingkatan upacara menjadi bagian dari penghormatan keluarga terhadap sosok I Gusti Ayu Badri sekaligus perjalanan hidupnya sebagai pendamping Prof. IB Mantra.
Diiringi dari Renon Menuju Tanjung Bungkak
Prosesi iring-iringan jenazah berangkat dari rumah duka di Griya Seba Sari, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar.
Rombongan kemudian bergerak menuju Setra Adat Tanjung Bungkak, Denpasar untuk menjalani prosesi pelebon.
Prosesi berlangsung dengan khidmat dan diiringi keluarga, kerabat, serta masyarakat.
Setelah prosesi pembakaran di setra selesai, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi Nganyut menuju Segara Sanur.
Prosesi tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian penghormatan kepada almarhumah sebelum seluruh rangkaian upacara selesai.
Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan kenangan bagi keluarga dan masyarakat yang mengenal sosoknya.
Warisan keluarga serta nilai pengabdian yang dijalani bersama Prof. IB Mantra menjadi bagian dari perjalanan kehidupan almarhumah di tengah masyarakat Bali.



















