Nedunang Ida Bhatara Pura Gelap, Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Pura Agung Besakih

Bupati Klungkung I Made Satria saat prosesi Nedunang Ida Bhatara Pura Gelap dalam rangkaian IBTK Besakih 2026.

KLUNGKUNG, InsertBali — Bupati Klungkung, I Made Satria, memimpin langsung prosesi Nedunang Ida Bhatara dari Pura Gelap menuju Pura Penataran Agung Besakih pada Senin (30/3/2026). Prosesi nedunang ini merupakan bagian dari rangkaian besar upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih tahun 2026.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, bersama Ketua TP. PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Hadir pula Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, para Kepala OPD Klungkung, serta jajaran terkait lainnya.

Usai prosesi nedunang, Bupati Satria bersama rombongan melaksanakan muspayang sembah bakti atau sembahyang bersama. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur dan permohonan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Selain itu, doa dipanjatkan guna memohon kerahayuan bagi seluruh umat Hindu.

Rangkaian karya pada tahun ini telah dimulai dengan prosesi Ngaturang Pemiut dan Negtegang. Tahapan tersebut dilaksanakan pada Saniscara Pon Ugu, yakni tanggal 7 Maret 2026 yang lalu. Salah satu tahapan krusial yang sudah dilewati adalah upacara penyucian alam semesta.

Upacara tersebut berupa Tawur Tabuh Gentuh yang telah dilaksanakan pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan Tilem Kesanga. Seluruh rangkaian ini dilakukan secara bertahap menuju puncak acara keagamaan terbesar di Pura Agung Besakih tersebut.

Puncak karya IBTK akan berlangsung pada 2 April 2026 mendatang. Rangkaian upacara ini akan berlangsung selama satu bulan penuh bagi para pemedek yang ingin melaksanakan persembahyangan.

Seluruh rangkaian karya akan berakhir pada tanggal 23 April 2026 mendatang. Penutupan rangkaian upacara tersebut akan ditandai dengan pelaksanaan upacara penyineban secara resmi di Pura Agung Besakih.

Shares: