Denpasar – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Bali berlangsung dengan pendekatan berbeda. Pemerintah menghadirkan kegiatan kolaboratif yang bersifat hiburan dan kebersamaan, sementara kelompok buruh tetap menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja.
Perayaan Terpusat di Renon
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM menggelar acara “Bali May Day 2026”. Di Lapangan Puputan Margarana Renon pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan rangkaian acara yang dirancang untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Acara ini menghadirkan suasana santai melalui jalan sehat, aktivitas kebugaran, hiburan musik, serta layanan publik seperti pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemerintah juga menyiapkan berbagai doorprize untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Aksi Buruh Tetap Berlangsung
Di tengah suasana perayaan tersebut, sejumlah kelompok buruh tetap menggelar aksi. Aliansi Buruh Mahasiswa Bali menjadi salah satu yang aktif menyampaikan aspirasi. Mereka menyuarakan kritik terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum sepenuhnya melindungi hak pekerja.
Federasi Serikat Pekerja Mandiri juga terlibat melalui aksi long march dan diskusi publik yang menyoroti praktik hubungan kerja, terutama terkait sistem kontrak. Sementara itu, Partai Buruh memilih mengonsentrasikan pergerakan di tingkat nasional dengan mengirim massa ke Jakarta.
Sorotan terhadap Kebijakan Ketenagakerjaan
Dalam penyampaian aspirasi, buruh menyoroti sejumlah isu strategis seperti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap merugikan pekerja. Mereka juga menuntut kepastian status kerja, terutama terkait praktik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang dinilai sering disalahgunakan tanpa kejelasan pengangkatan menjadi karyawan tetap.
Selain itu, tuntutan juga mengarah pada kebutuhan penyesuaian upah minimum agar sejalan dengan kenaikan biaya hidup di Bali. Perlindungan terhadap pekerja sektor pariwisata menjadi perhatian penting mengingat dominasi sektor tersebut dalam perekonomian daerah. Buruh juga menekankan pentingnya jaminan sosial, keselamatan kerja, kebebasan berserikat, hingga perlindungan khusus bagi pekerja perempuan.
Long March Menuju DPRD Bali
Aksi buruh umumnya dilakukan dengan long march menuju kantor DPRD Provinsi Bali sebagai bentuk penyampaian langsung aspirasi kepada wakil rakyat. Dalam momentum ini, isu lokal dan nasional bertemu, mencerminkan kompleksitas persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi pekerja di Bali.
Susunan Pengurus KONI Bali 2026–2030 Segera Disahkan, Giri Prasta Pimpin Langsung



















