Denpasar, Insert Bali – Inflasi Bali pada Februari 2026 menunjukkan tren kenaikan signifikan berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Bali pada 2 Maret 2026. Kenaikan ini dipengaruhi lonjakan harga sejumlah komoditas pangan serta meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Data tersebut tertuang dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dipublikasikan awal Maret 2026.
Ringkasan Inflasi Bali Februari 2026
Berdasarkan data BPS Provinsi Bali, perkembangan inflasi tercatat sebagai berikut:
Inflasi Tahunan (year-on-year/y-on-y): 3,89 persen
(naik dari Januari 2026 sebesar 2,58 persen)Inflasi Bulanan (month-to-month/m-to-m): 0,70 persen
(melonjak dari deflasi -0,34 persen pada Januari 2026)Indeks Harga Konsumen (IHK): 111,40
Kenaikan inflasi tahunan Bali ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup kuat dibanding bulan sebelumnya.
Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
Komoditas cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi Februari 2026 di Bali. Harga cabai rawit tercatat melonjak hingga 66 persen, sehingga memberikan andil dominan terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Lonjakan harga cabai rawit umumnya dipicu faktor pasokan, distribusi, serta peningkatan permintaan menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Inflasi Tertinggi Terjadi di Kota Denpasar
Secara spasial, inflasi tertinggi terjadi di Kota Denpasar dengan angka 4,50 persen (y-on-y). Angka ini berada di atas kisaran target inflasi nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Sementara itu, perbandingan inflasi tahunan di beberapa wilayah Bali adalah sebagai berikut:
| Wilayah | Inflasi (y-on-y) |
|---|---|
| Provinsi Bali | 3,89% |
| Kota Denpasar | 4,50% |
| Kabupaten Tabanan | 3,57% |
Di Kabupaten Tabanan, inflasi tercatat lebih rendah dibanding Denpasar, namun tetap menunjukkan tekanan harga yang meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Faktor Pendorong: Nyepi dan Idulfitri
Kenaikan harga di Bali juga dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Momentum HBKN biasanya mendorong kenaikan harga bahan pangan, transportasi, dan kebutuhan pokok lainnya.
Tekanan inflasi Bali pada Februari 2026 menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan strategis.
Dengan inflasi tahunan mencapai 3,89 persen dan inflasi bulanan 0,70 persen, pengendalian pasokan dan distribusi bahan pokok menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat Bali ke depan.



















