DENPASAR – Ibunda Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan memperkuat literasi. Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Provinsi Bali Tahun 2026 di Aula Gedung Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (29/5).
Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter. Pola pikir, dan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pendidik menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Dan mampu bersaing di tingkat global.
“Untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas, para guru harus terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Teknologi, serta wawasan dari berbagai sumber. Dengan bekal tersebut, kita akan mampu melahirkan generasi yang memiliki daya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Selain peningkatan kompetensi, Putri Koster juga menyoroti pentingnya kemampuan literasi dan kecakapan dalam menyaring informasi. Menurutnya, di tengah banjir informasi yang terjadi saat ini, guru harus menjadi teladan dalam membangun budaya berpikir kritis, objektif, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Sebagai masyarakat yang bijak, kita harus mampu memilah informasi dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya. Guru harus menjadi contoh dalam membangun budaya berpikir yang jernih, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Perkuat Solidaritas dan Sinergi Pendidikan Bali
Pada forum yang mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju” tersebut, Putri Koster juga mengajak seluruh anggota PGRI Bali. Untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Bali yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Menurutnya, kesamaan visi dan misi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah menjadi faktor penting. Dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang selaras dengan arah pembangunan Bali.
Sementara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengungkapkan bahwa semangat literasi. Di kalangan guru Bali terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi dalam Sayembara Guru Menulis bertajuk “Goresan Pena untuk Bali Bersih” yang berhasil menghimpun sekitar 600 karya tulis dari para pendidik di berbagai daerah.
“Dari ratusan karya yang masuk, telah dipilih 50 karya terbaik melalui proses kurasi. Karya-karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian lingkungan, dan karakter positif kepada peserta didik,” jelasnya.
Luncurkan Aplikasi Sedana PGRI
Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja organisasi, Konkerprov PGRI Bali Tahun 2026 juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang Sayembara Guru Menulis “Goresan Pena untuk Bali Bersih”.
Pada kesempatan yang sama, PGRI Bali turut meluncurkan Aplikasi Sedana PGRI. Sebuah sistem elektronik pengelolaan dana dan iuran anggota berbasis digital. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan organisasi. Sehingga pelayanan kepada anggota dapat berjalan lebih optimal dan modern.
Koster Raih Tribun Bali Award 2026 untuk Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik



















