Genap Dua Tahun, Temesi Waterfall Jadi Bukti Keberhasilan Model Pariwisata Desa Temesi Berbasis Gotong Royong

Masyarakat dan tokoh daerah saat merayakan HUT ke-2 pariwisata Desa Temesi di objek wisata waterfall.

GIANYAR, InsertBali – Semangat gotong royong mewarnai perayaan HUT ke-2 Temesi Waterfall di Desa Temesi, Gianyar, Minggu (8/2/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang syukuran bagi warga. Perayaan ini juga memperkuat komitmen masyarakat dalam mengembangkan pariwisata Desa Temesi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Gianyar, I Made Suteja, dan Camat Gianyar, I Komang Andika Sadewa. Hadir pula perwakilan berbagai dinas terkait serta unsur masyarakat setempat. Seluruh elemen warga, termasuk siswa SD, ikut berpartisipasi membersihkan akses jalan menuju air terjun tersebut.

Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, menyebut peringatan ini sebagai momen bersejarah. Ia mengakui pada awal pengembangan sempat muncul rasa pesimis. Namun, kini Temesi Waterfall sukses menjadi destinasi unggulan di Gianyar Timur. Hal ini menjadi bukti nyata kemandirian pariwisata Desa Temesi.

“Meskipun belum sebanding dengan objek wisata lain, kami masyarakat Desa Temesi merasa sangat bangga. Dari hasil operasional Temesi Waterfall, kami berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar Rp 70 juta. Perlu diketahui, pada awal berdirinya destinasi ini belum mendapatkan pendanaan dari APBDes dan murni dibangun secara gotong royong,” ujarnya.

Modal Mandiri dan Pengembangan Pariwisata Desa Temesi

Setelah mulai berkembang, Pemerintah Desa Temesi akhirnya menganggarkan dana desa sekitar Rp 425 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan akses dan fasilitas pendukung. Pemdes berkomitmen menjadikan lokasi ini sebagai pilot project pengembangan pariwisata Desa Temesi dan wilayah sekitarnya.

Rencana ke depan mencakup pembangunan aula, sentra kuliner, serta atraksi wisata tambahan. Pengelolaannya melibatkan 13 pihak strategis. Pihak tersebut terdiri atas subak, pemilik lahan, banjar, BUMDes, hingga Pokdarwis. Pembagian hasil operasional dilakukan secara transparan sesuai persentase yang disepakati.

“Apa yang kita bangun hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang. Kami ingin generasi tahun 2026 dikenang sebagai generasi yang telah meletakkan dasar terbaik bagi anak cucu kita,” tegas Branayoga. Ia juga memuji kualitas SDM lokal yang banyak menguasai bahasa asing dan ahli di bidang pariwisata.

Camat Gianyar, I Komang Andika Sadewa, memberikan apresiasi tinggi atas capaian pengelolaan objek wisata tersebut. Menurutnya, langkah ini sangat strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi. Kemandirian ini penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pariwisata Desa Temesi.

“Pengelolaan objek wisata tidak bisa instan. Keuntungan Rp 70 juta ini sudah sangat baik sebagai langkah awal, dan kami berharap ke depan dapat terus meningkat. Yang terpenting adalah bagaimana Desa Temesi mampu menciptakan roh pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Camat Andika Sadewa.

Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan ini. Dengan dukungan lintas sektor, Temesi Waterfall diharapkan terus berkembang. Destinasi ini diproyeksikan menjadi ikon yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gianyar di tingkat internasional.

Shares: