KLUNGKUNG, InsertBali — Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menanggapi serius kondisi darurat akibat abrasi yang kian mengkhawatirkan. Fenomena alam ini melanda pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba. Beliau memimpin rapat koordinasi terkait rencana relokasi warga terdampak di Ruang Rapat Kantor Desa Kusamba pada Jumat (10/4/2026).
Wabup Tjok Surya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi Pantai Monggalan yang sudah mengalami kerusakan lingkungan yang sangat parah. Beliau menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga. Selain itu, pemerintah berkomitmen memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi mereka yang terdampak.
“Kondisi di Pantai Monggalan sudah sangat parah akibat abrasi. Kami mengambil langkah cepat untuk melokalisir warga ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Langkah ini dilakukan agar mereka segera memiliki hunian yang layak huni,” ujar Wabup Tjok Surya dalam rapat tersebut.
Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, memberikan laporan terkini mengenai jumlah warga yang terdampak. Saat ini tercatat terdapat 12 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Monggalan yang terdampak langsung oleh abrasi tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 7 KK yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Ketujuh KK tersebut terkonfirmasi sama sekali tidak memiliki lahan pribadi untuk dibantu melalui program bangunan bedah rumah. Oleh karena itu, skema relokasi menjadi solusi utama bagi mereka. “Ketujuh keluarga tersebut akan diprioritaskan untuk segera menempati di Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang,” jelas Nengah Semadi Adnyana.
Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem di Pesisir
Pemerintah Desa Kusamba berharap langkah eksekusi relokasi ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Harapan ini didasari oleh kondisi cuaca ekstrem yang masih sering mengancam wilayah pesisir Klungkung. Kecepatan tindakan dinilai sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban atau kerugian yang lebih besar.
Upaya koordinasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam menangani bencana ekologis di pesisir. Melalui relokasi ke tempat yang lebih aman, warga diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang. Pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan proses transisi berjalan lancar bagi seluruh warga Monggalan.



















