Cegah Kekerasan dan Pernikahan Anak, Gianyar Dorong Terwujudnya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Cegah Kekerasan dan Pernikahan Anak, Gianyar Dorong Terwujudnya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

GIANYAR, InsertBali – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum PUSPA) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Pernikahan Anak di Ruang Pertemuan Kantor Desa Kelusa, Payangan, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menuju Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, menyampaikan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan. Serta hak yang setara dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk kesempatan untuk bekerja, berekspresi, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu dilibatkan dalam pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, tanpa membedakan gender.

“Meski kesadaran terhadap kesetaraan gender semakin meningkat, perempuan masih rentan mengalami marginalisasi dan kekerasan. Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan hak, keamanan, dan perlindungan perempuan terpenuhi,” ujarnya.

Pasek Lanang Sadia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pernikahan anak.

Langkah Strategis Pendampingan Lembaga dan Elemen Desa

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Widiastuti, menjelaskan bahwa advokasi, pembinaan, dan pendampingan kepada lembaga. Serta elemen masyarakat di desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan masyarakat. Keterlibatan dalam memberikan layanan kepada perempuan dan anak sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, lembaga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

“Melalui penguatan peran berbagai pihak, upaya pencegahan kekerasan dan pernikahan anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Sekaligus mendorong terwujudnya DRPPA dan RBI,” harapnya.

Kegiatan edukatif ini turut menghadirkan narasumber Luh Putu Nilawati serta I Wayan Sugita dari Forum PUSPA Kabupaten Gianyar yang memberikan pemaparan materi serta ruang diskusi bersama para peserta.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan perempuan dan anak. Hingga ke tingkat akar rumput demi terciptanya lingkungan sosial yang harmonis dan aman.

Shares: