Denpasar, Insert Bali – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus utama diarahkan pada perluasan ekosistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang inklusif, efisien, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025–2030.
Target 140 Juta Merchant QRIS pada 2026
Bank Indonesia menargetkan sebanyak 140 juta merchant QRIS pada 2026. Target ini bertujuan memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok desa serta menjangkau pelaku UMKM skala kecil. Dengan adopsi QRIS yang semakin luas, transaksi digital diharapkan menjadi lebih praktis, aman, dan terintegrasi dalam satu sistem nasional.
QRIS Antarnegara Dorong Pariwisata Bali
Sebagai destinasi wisata global, Bali menjadi salah satu wilayah yang merasakan langsung manfaat QRIS lintas negara (cross-border). Melalui kerja sama dengan negara-negara ASEAN dan mitra internasional, wisatawan asing kini dapat bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
Kepala Perwakilan BI Bali, R. Erwin Soeriadimadja, menyebutkan bahwa penggunaan QRIS lintas negara mengalami pertumbuhan signifikan.
“Kami mencatat volume transaksi QRIS lintas negara mencapai 148.717 transaksi selama 2025 atau tumbuh 224 persen dibandingkan tahun sebelumnya.”
Inovasi QRIS Tuntas Perluas Akses Keuangan
Tak hanya sebagai alat pembayaran, Bank Indonesia juga menghadirkan inovasi QRIS Tuntas, yang memungkinkan:
- Tarik tunai
- Transfer
- Setor tunai
Fitur ini sangat membantu masyarakat yang belum memiliki akses mudah ke kantor cabang bank, sehingga memperluas inklusi layanan keuangan digital.
Digitalisasi Pemda Lewat TP2DD
Digitalisasi juga menyasar sektor pemerintahan daerah melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), BI Bali mendorong pemerintah untuk mendigitalisasi:
- Pembayaran pajak
- Retribusi daerah
Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi serta optimalisasi pendapatan daerah.
Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Menurut R. Erwin Soeriadimadja, digitalisasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat.
“Digitalisasi memegang peranan penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bali. Momentum digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Bali.”
Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Perluasan ekosistem digital tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga menghasilkan data ekonomi yang lebih akurat dan real-time. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus membantu perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Jaga Marwah ASN, Kemenag Klungkung Gandeng Kesbangpol dan BNN Gelar Tes Urine



















