BANGLI, InsertBali — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bupati terkait penanganan polusi visual. Beliau memimpin rapat koordinasi penertiban kabel jaringan telekomunikasi dan PLN yang semrawut pada Senin (2/3/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Krisna Setda Bangli ini menjadi langkah awal pembersihan kabel ilegal, rusak, maupun kedaluwarsa. Sekda menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas instruksi Bupati Bangli saat Rakor Februari lalu.
Pembersihan kabel bertujuan menghilangkan kesan merusak pemandangan di wilayah Kabupaten Bangli. Sekda berharap agar seluruh penyedia jasa (provider) dapat bekerja sama melalui asosiasi seperti Apjatel maupun APJII.
“Kami berharap agar semua provider bekerja sama melalui asosiasi, baik itu Apjatel maupun APJII, sebagai wadah koordinasi agar pengerjaannya terintegrasi dan tidak tumpang tindih,” ucap Riana Putra.
Zona Prioritas dan Penanaman Kabel Bawah Tanah
Kepala Dinas Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menetapkan zona-zona prioritas. Fokus utama perapian jaringan akan menyasar wilayah perkotaan dan jalur pariwisata. Koordinasi satu pintu diharapkan membuat jadwal kerja para pemilik izin jaringan menjadi lebih jelas.
Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah rencana ambisius untuk memindahkan kabel udara ke bawah tanah. Sesuai arahan Bupati, penurunan kabel jaringan akan dimulai di sepanjang Jalan Ngurah Rai, dari pertigaan Patung Adipura hingga depan MPP.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami diminta berkoordinasi lintas sektor untuk menurunkan kabel jaringan di sepanjang Jalan Ngurah Rai, mulai dari pertigaan Patung Adipura hingga depan MPP. Harapannya, kabel-kabel tersebut ditanam di bawah tanah,” ungkap Murditha.
Rencana pembangunan infrastruktur bawah tanah ini akan dikaji lebih lanjut melalui survei teknis. Murditha menegaskan bahwa pembiayaan direncanakan bersumber dari asosiasi, di mana para provider nantinya akan berbagi jalur di bawah tanah tersebut.
Dukungan penuh datang dari berbagai penyedia jasa internet yang dikoordinir oleh Korwil Apjatel Bali dan APJII Bali. Seluruh pihak berkomitmen mendukung penataan estetika ini secara bertahap, mulai dari pusat kota hingga ke wilayah desa.



















