ASN Pria di Bali Dapat Dispensasi Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Dukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Pemprov Bali Beri Kelonggaran Waktu Kerja untuk Sukseskan Program GAMAS

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memberikan dispensasi khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Dispensasi tersebut diberikan melalui surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Daerah Provinsi Bali. Seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali diminta memberikan kelonggaran waktu kerja kepada ASN pria yang memiliki anak usia sekolah.

Kebijakan ini menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 17 Tahun 2026 tentang pelaksanaan GAMAS secara nasional.

Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Program GAMAS bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak.

Selain meningkatkan kedekatan emosional, keterlibatan ayah juga diyakini dapat menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan belajar baru.

Program ini sekaligus menjadi upaya menekan fenomena fatherless atau minimnya kehadiran figur ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

ASN Wajib Dokumentasikan Kegiatan

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dispensasi yang diberikan, ASN yang mengikuti program GAMAS diwajibkan mendokumentasikan kegiatan mengantar anak ke sekolah.

Dokumentasi tersebut berupa video yang menunjukkan keterlibatan ayah saat mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif sekaligus menjadi bagian dari kampanye penguatan peran ayah dalam keluarga.

Bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah merupakan bagian dari program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Selain GAMAS, terdapat pula Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) yang mendorong keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berupaya membangun budaya pengasuhan yang lebih setara antara ayah dan ibu.

BKKBN Bali Sambut Positif Kebijakan Pemprov

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S., menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan GAMAS.

Menurutnya, kebijakan yang didukung pemerintah pusat maupun daerah menunjukkan bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Tetapi juga bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Dukungan kebijakan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa pengasuhan bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah dapat meningkatkan rasa aman. Kepercayaan diri, serta mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mengajak para ayah, termasuk ASN di seluruh Indonesia, untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya saat memulai tahun ajaran baru.

Didukung Sejumlah Daerah dan Sekolah di Bali

Pelaksanaan GAMAS juga mendapat dukungan dari berbagai pemerintah daerah dan institusi pendidikan di Bali.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung turut mengampanyekan gerakan tersebut. Begitu pula sejumlah sekolah di Kabupaten Buleleng yang aktif mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih sehat dan berkualitas.

Dorong Terwujudnya Indonesia Emas 2045

Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, pemerintah ingin membangun budaya pengasuhan yang lebih hangat, setara, dan berkelanjutan.

Keterlibatan aktif ayah dalam kehidupan anak dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Langkah sederhana berupa mengantar anak ke sekolah di hari pertama diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya pengasuhan yang lebih baik dalam mewujudkan keluarga tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian PU Optimalkan Lima Bendungan Baru untuk Dukung Swasembada Pangan, Bendungan Sidan Bali Masuk Prioritas

Shares: