Aksi Bersih Pantai: Menteri LH Bersama Menteri Pariwisata dan Gubernur Bali Wayan Koster, Gotong Royong Bersihkan Sampah Laut

JIMBARAN — Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan pesisir Bali, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pariwisata, dan Gubernur Bali Wayan Koster bergotong royong dalam aksi bersih pantai di Pantai Kedonganan, Jimbaran, dan Kuta pada Jumat (6/2). Aksi ini diikuti dengan pengerahan ratusan personel dari Kodam IX/Udayana dan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) setempat.

Gerakan bersih pantai ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi masalah sampah laut yang kian meningkat. Terutama di daerah-daerah pariwisata seperti Bali. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Bali untuk terus menjaga statusnya sebagai destinasi wisata dunia yang tetap bersih dan ramah lingkungan.

Izin Khusus TPA Suwung: Langkah Darurat Penanganan Sampah Laut

Menteri Hanif Faisol Nurofiq turut memberikan izin khusus bagi Pemerintah Daerah Bali untuk membuang sampah hasil kiriman laut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Meskipun TPA tersebut direncanakan akan ditutup pada Maret 2026. Ini merupakan langkah darurat dalam menghadapi jumlah sampah yang semakin menggunung akibat gelombang sampah yang datang dari laut.

Menteri Hanif menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan sampah di Bali yang semakin kompleks. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penanganan sampah pesisir Bali tidak hanya bisa mengandalkan TPA. Melainkan juga perlu ada upaya penanganan sampah dari hulu seperti di sungai-sungai yang menjadi saluran utama sampah menuju laut.

Peringatan Pidana: Pengelolaan Sampah Harus Tepat

Selain itu, Menteri LH juga memberikan peringatan tegas terkait pengelolaan sampah yang buruk di Bali. Beliau menegaskan bahwa siapa pun yang sengaja melalaikan tanggung jawab pengelolaan limbah dan membiarkan limbah tersebut mencemari lingkungan bisa dikenakan sanksi pidana.

Hal ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait, baik pemerintah daerah, pengelola bisnis, maupun masyarakat. Untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah dan limbah di Bali. Sampah yang mengalir ke laut tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat mencemari citra pariwisata Bali yang selama ini terkenal dengan keindahan pantainya.

Target Bali Bersih: Satgas Sampah Pantai Siaga 24 Jam

Menteri Hanif juga menegaskan bahwa Bali tidak boleh kalah oleh sampah. Dan oleh karena itu, upaya pembersihan pantai harus dilakukan secara konsisten. Ia meminta agar Satgas Sampah Pantai bekerja ekstra keras dengan sistem shifting 24 jam. Guna memastikan pantai-pantai tetap bersih dan bebas dari sampah, terutama di kawasan-kawasan wisata yang menjadi jendela dunia bagi wisatawan.

Gerakan gotong-royong ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat komitmen Bali untuk menjadi destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bendungan Sangsang Jebol, Sawah dan Tambak di Desa Lebih Terancam Kekeringan

Shares: