DENPASAR, Insert Bali— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa disiplin diri, ketulusan, dan kejujuran merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan UMKM Bali agar mampu berdaya saing dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2). Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berbicara soal modal dan pemasaran, tetapi juga pembangunan karakter pelaku usaha sebagai fondasi jangka panjang.
Ny. Putri Koster mengungkapkan bahwa kepeduliannya terhadap pengembangan UMKM lokal Bali tumbuh dari naluri. Serta tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan Ketua Dekranasda. Ia menilai, membangun UMKM tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. melainkan dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan ketulusan dan rasa cinta.
“Saya bekerja dari hati. Dalam setiap tugas, selalu saya berikan sentuhan kasih sayang,” ujarnya.
UMKM Dibangun dari Hulu hingga Hilir
Sejak masa pandemi Covid-19, Dekranasda Bali mulai menata pengembangan UMKM dari hulu. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu karya. Penguatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan hilirisasi melalui berbagai terobosan. Salah satunya Pameran Bali Bangkit yang tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Ia mengibaratkan pembangunan UMKM seperti membangun piramida yang harus dimulai dari fondasi yang kokoh. Oleh karena itu, penguatan karakter, kualitas SDM, serta nilai karya menjadi prioritas sebelum UMKM melangkah ke tahap ekspansi pasar.
Nilai kejujuran dan tanggung jawab tersebut, menurutnya, telah ditanamkan sejak kecil oleh almarhum ayahnya yang merupakan salah satu perintis BPD Bali. Prinsip menjaga amanah secara lurus dan tulus terus dipegang dalam setiap peran yang dijalaninya, termasuk saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dorong UMKM Mandiri dan Naik Kelas
Latar belakang keluarga yang sederhana namun menjunjung tinggi pendidikan membentuk karakter disiplin dan mandiri dalam dirinya. Sejak remaja, Ny. Putri Koster telah terbiasa bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan mandiri secara ekonomi.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan dalam kepemimpinannya di Dekranasda Bali, dengan mendorong UMKM agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga mandiri, naik kelas, dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Perhatian pada Difabel dan Peran Media
Selain fokus pada UMKM, Ny. Putri Koster juga menaruh perhatian besar pada kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pengembangan kampung difabel yang terintegrasi dengan berbagai keterampilan, seperti barista, pijat, dan keahlian lainnya.
“Hal tersebut telah saya sampaikan kepada Pak Gubernur. Rencananya, di PKB (Pusat Kebudayaan Bali) di Klungkung akan disiapkan satu kawasan khusus yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat Bali penyandang disabilitas,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran media sebagai koridor informasi yang mampu menjembatani sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, ia berharap seluruh program pembangunan dan pemberdayaan UMKM Bali dapat benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas.



















