BADUNG — Universitas Udayana (Unud) memperkuat pengembangan kampus ramah lingkungan melalui peluncuran EV Shuttle Car. Kendaraan listrik prototipe tersebut merupakan hasil riset internal kampus untuk mendukung mobilitas akademik dan mewujudkan Integrated Smart Green Campus.
Inovasi ini dikembangkan melalui Laboratorium Heat Pipe dan Nanoteknologi, Fakultas Teknik Universitas Udayana. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi kendaraan listrik di lingkungan perguruan tinggi.
Selain kendaraan prototipe, akses transportasi menuju Kampus Unud Jimbaran juga diperkuat melalui program Bali E-Mobility. Program tersebut menghadirkan bus listrik Trans Sarbagita yang melintasi kawasan kampus selama masa uji coba.
EV Shuttle Car Dikembangkan dari Riset Kampus
EV Shuttle Car merupakan inovasi kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung mobilitas internal sivitas akademika. Kendaraan ini ditujukan untuk menunjang pergerakan di kawasan kampus, termasuk mobilitas antargedung dan fakultas.
Salah satu aspek teknologi yang dikembangkan adalah sistem pengelolaan suhu baterai berbasis Nano-Phase Change Material (Nano-PCM) dan heat pipe. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi termal baterai agar kinerjanya tetap optimal.
Pengembangan kendaraan ini melibatkan tim riset multidisiplin Universitas Udayana. Dukungan riset dan kolaborasi dengan pihak terkait turut menjadi bagian dari pengembangan inovasi kendaraan listrik tersebut.
EV Shuttle Car juga mendukung agenda kampus hijau melalui penggunaan kendaraan tanpa emisi gas buang saat beroperasi. Namun, dampak lingkungan secara keseluruhan tetap bergantung pada sumber energi dan proses produksi komponen kendaraan.
Bus Listrik Trans Sarbagita Melintasi Kampus Jimbaran
Di luar layanan internal kampus, mahasiswa dan sivitas akademika juga berpotensi memanfaatkan bus listrik dalam program Bali E-Mobility. Program ini menghadirkan 11 unit bus listrik yang didukung Pemerintah Korea Selatan.
Armada tersebut direncanakan melayani Koridor 1 Trans Sarbagita dengan rute GOR Ngurah Rai–Universitas Udayana Jimbaran–Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Berdasarkan informasi operasional yang disampaikan, layanan bus listrik diberikan secara gratis selama masa uji coba hingga Desember 2026. Skema ini dapat membantu masyarakat mengenal layanan transportasi publik berbasis listrik.
Armada yang digunakan disebut memiliki kapasitas sekitar 20–35 penumpang. Salah satu unit juga dirancang untuk mendukung akses penumpang pengguna kursi roda.
Dukung Mobilitas Rendah Emisi di Bali
Pengembangan EV Shuttle Car dan layanan bus listrik menghadirkan dua pendekatan berbeda dalam mendukung transportasi ramah lingkungan di kawasan Unud.
EV Shuttle Car berfokus pada inovasi dan mobilitas internal kampus. Sementara itu, bus listrik Trans Sarbagita mendukung konektivitas kampus dengan kawasan di sekitarnya.
Integrasi keduanya sejalan dengan gagasan Integrated Smart Green Campus, yang menghubungkan pemanfaatan teknologi, mobilitas, dan pengelolaan lingkungan dalam kawasan pendidikan.
Keberlanjutan program ini akan bergantung pada kesiapan operasional, aksesibilitas layanan, serta pemanfaatannya oleh sivitas akademika dan masyarakat. Informasi mengenai jadwal keberangkatan, titik pemberhentian, dan ketentuan layanan perlu dipastikan melalui kanal resmi penyelenggara.
Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 di Bali, KLH Tekankan Pemulihan Ekosistem dalam Penegakan Hukum



















