DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan Bali–Swiss serta peluang kerja sama di sektor investasi, industri inovatif, pengolahan sampah, dan pengolahan air limbah.
Duta Besar Obolensky hadir didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz. Kunjungan ini berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.
Koster menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap hubungan persahabatan kedua pihak berkembang menjadi kerja sama konkret. Kolaborasi itu diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Pariwisata Perkuat Hubungan Bali dan Swiss
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia, khususnya Bali, dengan Swiss.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan Swiss telah berkunjung ke Indonesia. Rata-rata kunjungan mencapai sekitar 3.065 orang per bulan.
Angka tersebut menunjukkan adanya potensi penguatan hubungan melalui pariwisata, pertukaran budaya, dan interaksi masyarakat kedua negara.
Koster berharap perkembangan positif tersebut dapat mendorong perluasan kerja sama. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Bali.
Swiss Jajaki Investasi Industri Inovatif dan Pengolahan Sampah
Dalam kunjungan perdananya ke Bali, Obolensky menjalani sejumlah agenda. Selain bertemu Gubernur Bali, ia meninjau beberapa lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha Swiss.
Ia juga menghadiri agenda Global Etik IADEMA sehari sebelumnya dan bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Swiss di Bali.
Saat ini, sekitar 700 warga negara Swiss tercatat menetap dan bekerja di Bali. Keberadaan komunitas tersebut turut membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi.
Obolensky menyampaikan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan di Bali. Swiss juga tertarik menjajaki peluang kerja sama dalam industri inovatif, pengolahan sampah, serta pengolahan air limbah.
Peluang tersebut relevan dengan kebutuhan Bali untuk memperkuat pengelolaan lingkungan. Kolaborasi ini juga berpotensi mendukung kualitas lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata.
Pengembangan kerja sama di bidang tersebut diharapkan mempertemukan kebutuhan pembangunan Bali dengan pengalaman dan keunggulan yang dimiliki Swiss.
Koster Dorong Kemitraan Berkelanjutan
Koster mengapresiasi komitmen Swiss dalam memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki peluang kerja sama di Bali.
Ia berharap komunikasi antara kedua pihak terus berlanjut, tidak hanya pada tingkat diplomatik, tetapi juga melalui kemitraan yang memberikan manfaat nyata.
Bagi Bali, kerja sama internasional menjadi peluang untuk mengembangkan potensi daerah melalui investasi dan pemanfaatan inovasi. Sektor lingkungan juga menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan bersama.
Melalui pertemuan tersebut, Koster berharap hubungan semakin erat. Kemitraan kedua pihak diharapkan mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kain Endek Jadi Simbol Persahabatan
Pada akhir pertemuan, Koster menyerahkan kain tenun endek khas Bali kepada Obolensky sebagai cendera mata.
Pemberian tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat internasional.
Kain endek merepresentasikan identitas dan kreativitas masyarakat Bali. Promosi produk lokal melalui diplomasi budaya juga membuka peluang memperluas pengenalan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali.
Pertemuan di Jayasabha ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan. Selain menjaga persahabatan, kedua pihak menjajaki peluang kerja sama di bidang investasi, industri inovatif, dan pengelolaan lingkungan.



















