BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan keyboard Aksara Bali kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting, Senin (19/10/2026) petang. Kegiatan berlangsung di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua, Badung.
Penyerahan keyboard tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian Aksara Bali melalui pemanfaatan teknologi digital. Aksara Bali merupakan warisan budaya yang perlu dijaga, dimuliakan, dan digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Gala dinner tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Second Level Domain (SLD) Aksara Bali, Jawa, dan Pegon oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Inisiatif ini bertujuan mendigitalisasi warisan budaya Nusantara sekaligus menghadirkan identitas lokal dalam ekosistem internet global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi peluncuran tersebut. Menurutnya, digitalisasi aksara Nusantara menjadi salah satu cara mengekspresikan identitas daerah melalui infrastruktur digital global.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengekspresikan identitas daerah melalui digitalisasi aksara Nusantara dalam infrastruktur digital global,” jelas Fadli Zon.
Digitalisasi tersebut diharapkan membuat aksara daerah semakin dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Aksara Nusantara tidak hanya menjadi dokumen sejarah atau simbol masa lalu, tetapi juga bagian dari aktivitas masyarakat di ruang digital.
Perluas Aksara Daerah
Selain memperluas penggunaan aksara daerah, inisiatif ini diharapkan mendorong pengakuan dan standardisasi pada tingkat global. Dengan demikian, identitas budaya Indonesia dapat hadir lebih luas dalam perkembangan teknologi internet internasional.
Sebelumnya, Gubernur Koster meluncurkan Second Level Domain (SLD) .bali beraksara Bali di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, pada 11 Desember 2025. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan Aksara Bali di ranah digital.
Koster menegaskan, penggunaan Aksara Bali bukan sekadar aktivitas budaya. Upaya tersebut merupakan bentuk pemuliaan terhadap karya adiluhung leluhur yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Bali.
Ia berharap penggunaannya semakin luas dan masif, termasuk dalam layanan digital, pemerintahan, pendidikan, serta sektor usaha. Pengembangan teknologi berbasis aksara daerah diharapkan dapat menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat global.
Tutup AKSIKU Tahun 2026, Bupati Satria Apresiasi Semangat Seniman Muda Klungkung



















