GIANYAR, InsertBali – Gelombang tinggi menerjang pesisir pantai wilayah Kabupaten Gianyar, Selasa (11/8/2026) pagi. Bahkan, di Pantai Masceti, Desa Medahan, Blahbatuh, seorang pemedek mengalami luka lecet. Luka dialami setelah terhempas ombak saat mengikuti upacara Ngelangkir.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 Wita ketika 15 orang tengah mengikuti prosesi muspa. Prosesi sebagai puncak upacara yang telah dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Gelombang tiba-tiba menghantam kawasan tempat warga melaksanakan persembahyangan. Hantaman termasuk sarana upacara dan peserta yang berada di dekat bibir pantai.
Mangku Reging, 75, menjadi peserta yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Ia kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba untuk mendapat penanganan medis.
Koordinator Balawista BPBD Gianyar, I Wayan “Join” Hermanto, memberikan keterangan. Ia mengatakan kondisi ombak mulai besar sejak sekitar pukul 07.30 Wita, hingga pukul 09.00 Wita. “Tadi sempat terjadi insiden di Pantai Masceti. Ada pemedek yang diterjang ombak besar. Kondisinya masih selamat, tetapi mengalami sedikit trauma,” ujarnya.
Selain Pantai Masceti, kondisi serupa terpantau di sejumlah kawasan pesisir Gianyar. “Tinggi gelombang diperkirakan mencapai dua hingga tiga meter. Air laut sempai meluap ke daratan dan menggenangi sejumlah area parkir serta bagian jalan di sekitar pantai,” ujarnya.
Join mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas di kawasan pesisir. Pertimbangan terutama kegiatan melukat maupun upacara adat yang dilakukan dekat garis pantai.
“Untuk sementara kami imbau kepada para pengunjung ataupun pemedek yang mau melakukan aktivitas melukat ataupun upacara adat di sepanjang pantai,” katanya.
Pengunjung juga diminta menjauh dari bibir pantai. Pengunjung imbau tidak mandi atau bermain air selama kondisi gelombang belum kembali normal. Pengawasan terhadap anak-anak perlu diperketat bagi keluarga yang tetap beraktivitas di kawasan pesisir. “Pengunjung yang mengajak anak kecil ke pantai agar selalu waspada dan hati-hati untuk mengawasi anaknya,” imbuhnya.



















