BADUNG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, meninjau penataan telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan apresiasi sebesar Rp20 juta kepada masyarakat desa sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka dalam menjaga keindahan lingkungan dan melestarikan budaya Bali melalui penataan telajakan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut dari janji yang pernah disampaikan Putri Koster saat meninjau pelaksanaan kegiatan Kul-Kul PKK dan Posyandu di Desa Adat Batu Lantang pada 5 April 2026 lalu.
Didampingi sejumlah perangkat daerah, Putri Koster tampak berkeliling menyusuri kawasan desa sambil berdialog langsung dengan warga mengenai upaya penataan telajakan yang telah dilakukan secara gotong royong.
Sepanjang jalur menuju pura, telajakan terlihat telah ditata dengan berbagai jenis tanaman hias yang memberikan kesan asri dan mempercantik lingkungan permukiman warga.
Beri Masukan Penataan dan Perawatan Tanaman
Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga memberikan berbagai masukan teknis terkait penataan dan pemeliharaan tanaman.
Ia menjelaskan bahwa proses penanaman harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman agar mampu tumbuh optimal setelah dipindahkan ke lokasi baru.
“Jika menanam tanaman, daunnya dipangkas terlebih dahulu untuk mengurangi stres air dan mendorong pertumbuhan akar,” ujarnya sambil memperagakan cara memangkas daun tanaman yang terlihat layu menggunakan gunting dahan.
Menurutnya, pemilihan jenis tanaman juga harus diperhitungkan dengan baik agar menciptakan tampilan yang harmonis dan tidak saling menutupi satu sama lain ketika tumbuh.
Selain faktor estetika, Putri Koster menekankan pentingnya pemeliharaan secara berkelanjutan melalui penyiraman, pemangkasan, dan pemupukan yang teratur.
Ia berharap masyarakat tidak hanya fokus pada penataan awal, tetapi juga menjaga keberlanjutan program penghijauan yang telah berjalan.
Dorong Pemanfaatan Pupuk Organik dan PSBS
Dalam dialog dengan warga, Putri Koster juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan pupuk organik yang berasal dari hasil pengolahan sampah rumah tangga.
Menurutnya, pupuk organik memiliki manfaat besar untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Karena itu, ia kembali mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.
Melalui PSBS, sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk yang berguna bagi lingkungan sekitar. Sementara volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi secara signifikan.
Program tersebut dinilai tidak hanya mendukung kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat.
Apresiasi Ditambah Menjadi Rp20 Juta
Sebagai bentuk penghargaan atas upaya masyarakat menjaga lingkungan dan menata telajakan, Putri Koster menyerahkan bantuan apresiasi sebesar Rp20 juta kepada Desa Adat Batu Lantang.
Jumlah tersebut meningkat dari janji awal yang sebelumnya disampaikan saat kunjungan pada April lalu.
“Kalau dulu Ibu berjanji memberikan hadiah Rp10 juta, sekarang Ibu tambahkan menjadi Rp20 juta,” ujarnya di hadapan warga.
Dana apresiasi tersebut diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Batu Lantang untuk dikelola sesuai kebutuhan masyarakat.
Putri Koster memberikan keleluasaan kepada desa adat untuk menentukan pemanfaatan dana tersebut, baik untuk memberikan penghargaan kepada warga yang memiliki telajakan terbaik maupun untuk memperbaiki telajakan yang masih memerlukan penataan lebih lanjut.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar perlombaan, melainkan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keindahan lingkungan dan identitas budaya Bali.
Ingin Batu Lantang Jadi Percontohan Bali
Dalam arahannya, Putri Koster menyampaikan harapan agar Desa Adat Batu Lantang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali dalam pengelolaan telajakan dan penataan lingkungan berbasis budaya.
“Tapi pesan Ibu satu, telajakan ini harus terus dirawat. Ibu ingin telajakan di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali,” katanya.
Ia juga berjanji akan kembali melakukan peninjauan pada bulan Desember mendatang untuk melihat perkembangan penataan telajakan di wilayah tersebut.
“Untuk tiga telajakan lainnya, nanti Ibu akan tinjau kembali pada bulan Desember,” tambahnya.
Komitmen tersebut disambut positif oleh masyarakat yang selama ini aktif terlibat dalam kegiatan penghijauan dan penataan lingkungan desa.
Warga Apresiasi Perhatian Putri Koster
Sementara itu, Bendesa Adat Batu Lantang, I Made Sarpa, menyampaikan terima kasih. Atas perhatian yang diberikan Ketua TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat setempat.
Menurutnya, bantuan dan apresiasi yang diberikan menjadi motivasi tambahan bagi warga. Untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan merawat telajakan secara berkelanjutan.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Apresiasi ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin rajin merawat telajakan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah,” ujarnya.
Salurkan Bantuan Beras untuk Warga
Selain menyerahkan apresiasi dana pembinaan, Putri Koster yang didampingi Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat.
Bantuan berupa 200 kilogram beras tersebut diberikan kepada warga Desa Adat Batu Lantang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Penyaluran bantuan sosial dan apresiasi lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melestarikan budaya lokal, serta meningkatkan kualitas hidup warga melalui program-program berbasis komunitas.
Melalui penataan telajakan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Bali berharap lingkungan desa tetap asri, sehat, dan mampu mencerminkan identitas budaya Bali. Yang dikenal harmonis dengan alam dan kehidupan masyarakatnya.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Gubernur Wayan Koster Pimpin Aksi Bersih Sampah di Pantai Samuh



















