Meski Anggaran Defisit, Pemkab Klungkung Komitmen Prioritaskan Penanganan Sampah di Desa

Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wabup Tjokorda Gde Surya Putra saat memberikan arahan penguatan dana BKK sampah kepada kepala desa di Ruang Rapat Praja Mandala.

KLUNGKUNG, InsertBali Komitmen yang tinggi dan kerjasama yang solid menjadi motivasi Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra. Hal itu terlihat saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah desa untuk memaksimalkan pemanfaatan dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus).

Arahan ini berfokus dalam penanganan masalah sampah di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, pada Selasa (2/6). Berdasarkan keputusan terbaru, sebanyak 42 desa pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Klungkung masing-masing menerima kucuran dana sebesar Rp200 juta.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar Pemkab Klungkung. Program ini dijalankan dalam mewujudkan desentralisasi pengelolaan sampah berbasis hulu atau dari sumbernya langsung.

Dalam arahannya, Bupati Made Satria menegaskan bahwa dana BKK ini bukan sekadar bantuan operasional rutin. Dana ini melainkan instrumen kebijakan strategis untuk mendorong kemandirian desa. Desa didorong untuk menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya masing-masing.

“Permasalahan sampah tidak akan selesai jika kita hanya mengandalkan teknologi di hilir. Kuncinya ada pada kesadaran kolektif dan penguatan tata kelola di tingkat desa. Dana BKK ini harus menjadi stimulus perubahan perilaku masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ujar Bupati Satria.

Optimalisasi TOSS Center Karangdadi Menggunakan Teknologi Modern

Bupati Satria juga menargetkan penguatan sistem di tingkat desa ini dapat berjalan beriringan dengan optimalisasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Center Karangdadi Kusamba. Fasilitas ini kini tengah digenjot kapasitasnya menggunakan teknologi modern seperti pyrolysis dan pengolahan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Selain itu, Satria juga memperkenalkan teknologi pirolisis. Teknologi ini merupakan metode pemusnahan sampah melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen. Metode tersebut tidak hanya mereduksi volume sampah secara signifikan. Sistem ini juga mengubahnya menjadi produk bernilai guna seperti arang yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali.

“Saya berharap masyarakat juga semakin bersemangat dalam memilah sampah dari rumah. Teknologi sudah ada, dukungan pemerintah siap. Sekarang tinggal sinergi kita dan paling penting tingkatkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Klungkung bersih dan asri,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Wabup Tjok Surya agar nantinya dana BKK ini bisa digunakan dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah.

“Jadi melalui pertemuan ini Kepala Desa agar bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi terutama dalam hal terpenting tolong gunakan anggaran dana ini dengan rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Shares: