GIANYAR, InsertBali — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, memberikan motivasi kepada sekolah-sekolah yang akan berlaga di tingkat provinsi. Kompetisi tersebut adalah Lomba Pembatasan Timbunan Sampah Plastik dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSP-PSBS) untuk jenjang SD dan SMP. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar pada Selasa (5/5/2026).
Agenda utama kegiatan ini adalah untuk mematangkan kesiapan perwakilan Kabupaten Gianyar menuju kompetisi di tingkat Provinsi Bali. Dalam arahannya, Dr. Surya Adnyani menegaskan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini. Hal ini dilakukan melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah di lingkungan sekolah.
Tahapan kegiatan dimulai dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, diikuti seleksi awal dua perwakilan dari tiap kecamatan. Hasil evaluasi akhirnya menetapkan masing-masing lima sekolah terbaik di tingkat SD dan SMP sebagai duta Gianyar. Penilaian lomba sendiri mencakup berbagai aspek seperti inovasi, kelembagaan, sarana pemilahan, hingga kedisiplinan warga sekolah.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sekolah diharapkan mampu menjadi contoh nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan,” ujar Dr. Surya Adnyani. Sebagai bentuk dukungan nyata, beliau menyerahkan 30 set bantuan tempat pemilahan sampah kepada 10 sekolah peserta lomba.
Rapat tersebut juga menghadirkan sesi testimoni dari SMP 1 Atap Tampaksiring dan SD Negeri 1 Sukawati yang pernah meraih juara di tingkat provinsi. Tahun ini, sekolah perwakilan untuk jenjang SD meliputi SDN 1 Pejeng, SDN 3 Batuan, SDN 2 Sebatu, SDN 2 Ubud, dan SDN 4 Manukaya.
Sementara untuk jenjang SMP, Gianyar akan diwakili oleh SMPN 1 Sukawati, SMPN 2 Gianyar, SMPN 3 Tampaksiring, SMPN 4 Ubud, dan SMPN 2 Tegalalang. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi yang peduli lingkungan serta mendorong sekolah menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.



















