Denpasar, InsertBali – Pemerintah Provinsi Bali mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai bagian dari strategi besar menyambut satu abad pariwisata Bali pada 2027. Event ini diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi destinasi unggulan melalui konsep sport tourism yang menggabungkan budaya, alam, dan keberlanjutan.
Target Peserta hingga 10 Ribu Orang
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa ajang ini harus memiliki daya tarik internasional dan tidak berhenti sebagai kegiatan berskala lokal. Ia secara langsung menyampaikan bahwa “Jatiluwih running harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali. Ini harus didorong. Saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10 ribu masih memungkinkan.”
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme sekaligus dorongan kuat agar event ini mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Penyelenggaraan Profesional Jadi Prioritas
Selain menargetkan jumlah peserta yang signifikan, Koster juga menekankan pentingnya penyelenggaraan yang profesional. Ia ingin seluruh aspek teknis dipersiapkan secara matang agar memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa event berskala internasional harus berjalan aman, tertib, dan berkualitas. Sehingga mampu meningkatkan citra Bali di mata dunia.
Jatiluwih, Destinasi Warisan Dunia yang Ikonik
Jatiluwih dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki reputasi global. Sebagai kawasan persawahan terasering yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Keindahan lanskap alam yang dipadukan dengan sistem subak menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik yang tidak dimiliki destinasi lain.
Konsep fun run dan race dengan kategori 5K dan 10K akan memberikan pengalaman berlari yang berbeda, menyatu dengan alam dan budaya Bali yang autentik.
Konsep Ramah Lingkungan Perkuat Citra Bali
Dukungan terhadap penyelenggaraan event ini juga datang dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Erwin Soeriadimadja, menegaskan pentingnya menghadirkan konsep yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Ia menyampaikan bahwa “Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi experience yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang.”
Konsep ramah lingkungan menjadi salah satu kekuatan utama dalam event ini, sejalan dengan upaya Bali dalam mengurangi sampah plastik dan mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Strategi Promosi Pariwisata Melalui Sport Tourism
Ketua ASITA Bali I Putu Winastra menjelaskan bahwa event ini merupakan bagian dari rangkaian besar menuju satu abad pariwisata Bali. Ia mengatakan bahwa “Running kini menjadi gaya hidup global. Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Jatiluwih Fun Run bukan hanya event olahraga, tetapi juga strategi promosi jangka panjang yang menggabungkan pengalaman wisata dan aktivitas fisik.
Menuju Event Tahunan Kelas Dunia
Dengan sinergi antara pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga keuangan, Jatiluwih Fun Run 2026 diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang memiliki dampak luas. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal serta memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Melalui pendekatan yang menggabungkan olahraga, budaya, dan keberlanjutan, Bali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi masa depan pariwisata global. Jatiluwih Fun Run 2026 menjadi simbol awal perjalanan menuju perayaan satu abad pariwisata Bali yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Buka Festival Basketball, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Bangun Mental Juara dan Sportivitas



















